Hilirisasi Ayam Terintegrasi Diyakini Tekan Kemiskinan di Gorontalo
- 20 Apr 2026 07:43 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai program hilirisasi ayam terintegrasi berpotensi besar dalam menekan angka kemiskinan di daerah.Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, sebagai bagian dari upaya mendukung program strategis nasional yang diimplementasikan di daerah.
Gubernur menjelaskan, hilirisasi ayam terintegrasi merupakan sistem industri peternakan yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan ayam (DOC), pembesaran, produksi telur atau daging, hingga proses pemotongan di rumah potong unggas dan penyimpanan dalam cold storage sebelum dipasarkan.
Menurutnya, proyek ini memiliki nilai investasi yang cukup besar, berkisar antara Rp1,7 triliun hingga Rp4 triliun, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi signifikan.
“Kalau program ini terealisasi, saya optimis angka kemiskinan bisa ditekan lebih besar,” ujarnya Selasa 14 April 2026.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan penjajakan kerja sama dengan ID Food sebagai bagian dari penguatan sektor pangan nasional.
Dalam skema yang dirancang, sekitar 70 persen dari kegiatan usaha akan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi terbawah (desil 1 dan desil 2), sementara 30 persen dikelola oleh industri.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan manfaat ekonomi dari program tersebut dapat langsung dirasakan masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
“Prioritas kita adalah masyarakat berpenghasilan rendah agar dampaknya langsung terasa dalam penurunan kemiskinan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan program ini dapat mulai direalisasikan pada tahun 2026, seiring dengan penguatan investasi dan dukungan dari pemerintah pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....