PEJAGINDO: Jagung Gorontalo Masih Dominan Jadi Bahan Baku Pakan

  • 14 Jun 2026 13:18 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (PEJAGINDO) Perwakilan Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad, menyebutkan sebagian besar jagung yang diproduksi di Gorontalo selama ini masih dipasarkan sebagai bahan baku pakan ternak, bukan diolah menjadi pakan jadi di dalam daerah.

Menurut Jasin, kondisi tersebut terjadi karena skala industri perunggasan di Gorontalo masih relatif kecil dibandingkan daerah sentra unggas di Sulawesi Selatan maupun Pulau Jawa.

“Gorontalo belum menjadi provinsi unggas. Karena itu sebagian besar jagung kita masih dikirim sebagai bahan baku,” ujarnya 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, industri pakan ternak skala besar tidak hanya membutuhkan jagung sebagai bahan utama. Sekitar 55 persen komposisi pakan berasal dari jagung, sedangkan sekitar 45 persen lainnya berasal dari bahan tambahan lain yang sebagian besar masih bergantung pada pasokan impor.

Ketergantungan terhadap bahan baku impor tersebut membuat pembangunan industri pakan skala besar di Gorontalo memerlukan dukungan logistik dan investasi yang lebih kompleks.

Meski demikian, Jasin menyebut mulai ada perkembangan hilirisasi sektor unggas di Gorontalo melalui program yang terkait dengan Kementerian Pertanian. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas industri unggas di Kabupaten Gorontalo Utara, sementara pengembangan kandang ayam direncanakan di Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Boalemo.

“Walaupun produksinya masih sekitar seribu ton per bulan, ini sudah menjadi tambahan pasar bagi petani jagung dan mulai membuka ketersediaan pakan ternak di Gorontalo,” kata Jasin.

Ia berharap pengembangan hilirisasi unggas tersebut dapat meningkatkan nilai tambah jagung lokal, memperluas pasar petani, serta mengurangi ketergantungan pengiriman jagung mentah keluar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....