Penyerapan Gabah Belum Maksimal, Petani Gorontalo Lebih Pilih Jual Beras
- 20 Apr 2026 09:41 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Petani di Gorontalo kini cenderung menjual hasil panennya dalam bentuk beras dibandingkan gabah. Pilihan ini dinilai lebih menguntungkan karena petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk proses pengolahan.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Gorontalo, Jamaludin Hamid, mengungkapkan bahwa praktik ini sudah umum dilakukan oleh petani. Selain efisiensi biaya, penjualan dalam bentuk beras juga dinilai lebih praktis.
“Memang petani pada umumnya menjual dalam bentuk beras, bukan gabah. Ini juga bagus karena petani tidak perlu lagi biaya tambahan untuk pengolahan,” ujar Jamaludin.
Meski demikian, ia menilai penyerapan hasil panen oleh Bulog belum maksimal. Hal ini karena sebagian besar petani masih memilih menjual hasil panennya kepada tengkulak.
“Sebenarnya bisa diserap langsung oleh Bulog, tapi tidak diketahui berapa penyerapannya karena kebanyakan petani cenderung menjual ke tengkulak,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun Bulog telah menaikkan harga serapan, hal tersebut belum cukup menarik minat petani. Ia pun mendorong Bulog untuk berani menetapkan harga yang lebih kompetitif, mengikuti harga pasar.
“Walaupun Bulog sekarang menetapkan harga serapan itu naik, kalau memang berani, Bulog harus menetapkan harga sesuai dengan harga yang ada di pasar,” tambahnya.
Jamaludin berharap, dengan adanya penyesuaian harga dari Bulog, hasil panen petani dapat terserap lebih optimal oleh pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....