RSUD Aloei Saboe Raih Penghargaan BPJS atas Layanan Digital

  • 05 Mar 2026 13:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo terhadap RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe mulai menunjukkan hasil positif. Setelah melalui proses evaluasi dan penataan manajemen, rumah sakit rujukan tersebut berhasil keluar dari zona defisit.

Selain itu, RSUD Aloei Saboe juga menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan atas komitmen dalam implementasi sistem layanan digital yang terintegrasi.

Penghargaan tersebut diberikan atas penerapan integrasi sistem antrean online, integrasi sistem klaim, serta penerapan E-SEP berbasis fingerprint dan Frista dalam pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Aloei Saboe, Abdulhafidz Daud mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan berbasis teknologi.

“Alhamdulillah, RSAS mendapat penghargaan karena komitmen dalam mengintegrasikan sejumlah sistem pelayanan yang terhubung langsung dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Penilaian tersebut diberikan kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang dinilai serius mengembangkan sistem layanan kesehatan berbasis digital dan terintegrasi.

Pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo tidak hanya berfokus pada aspek manajemen dan administrasi. Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi rumah sakit.

Dalam peninjauan tersebut, keduanya mengecek sejumlah fasilitas layanan, mulai dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, ruang tunggu pasien, hingga ketersediaan tempat tidur.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada sarana pendukung seperti pendingin ruangan, toilet, kebersihan lingkungan rumah sakit, serta kondisi peralatan medis yang dinilai perlu pembaruan.

Evaluasi juga dilakukan terhadap sistem antrean di loket pendaftaran serta alur pelayanan pasien BPJS agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan penumpukan pasien.

Integrasi sistem antrean online kini membuat proses pendaftaran pasien menjadi lebih tertib. Sementara itu, sistem klaim yang terhubung langsung dengan BPJS Kesehatan dinilai dapat mempercepat proses administrasi pelayanan.

Penerapan E-SEP berbasis biometrik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat validasi data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Capaian tersebut sekaligus menambah jumlah penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Gorontalo menjadi 24 penghargaan dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....