Gubernur Gorontalo Tinjau Progres Cetak Sawah di Randangan Pohuwato
- 27 Feb 2026 11:49 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau langsung progres percetakan sawah di Desa Manunggal Karya dan Desa Motolohu Selatan, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Kamis 26 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan program cetak sawah guna mengejar target Kementerian Pertanian seluas 5.000 hektare yang harus rampung pada 31 Maret 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Gusnar didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario, Wakil Bupati Pohuwato, Kepala Seksi Teritorial Korem 133/NWB, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Rombongan meninjau langsung lokasi percetakan sawah di kawasan daerah irigasi Randangan.
Program cetak sawah di wilayah tersebut telah dimulai sejak Desember 2024. Namun, pada peninjauan kali ini, Gubernur mengakui masih terdapat sejumlah hambatan di lapangan, terutama keterbatasan jumlah ekskavator untuk membuka lahan dan membentuk petak-petak sawah. Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana segera menambah alat berat guna mempercepat proses pekerjaan.
“Kita membutuhkan kurang lebih 160 ekskavator untuk bisa mengejar target itu. Tapi bagi saya yang penting ada pekerjaan di lapangan dengan kekuatan yang ada. Mudah-mudahan kita lihat waktunya,” ujar Gusnar.
Ia menambahkan, jika jumlah alat belum mencukupi, pemerintah akan mencari tambahan dari berbagai sumber. “Kalau tidak bisa mencukupi kita minta tambah, yang penting pekerjaan tetap jalan. Tambahan ekskavator bisa dari perusahaan, disewa atau direntalkan, karena banyak sumber ekskavator di Gorontalo maupun Manado yang bisa dikerahkan,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan pengawas lapangan, saat ini tersedia 90 unit alat berat dan pertanian, terdiri dari 67 unit ekskavator, lima unit dozer, 13 unit traktor roda empat, dan lima unit traktor roda dua. Namun dari jumlah ekskavator tersebut, hanya dua hingga tiga unit yang beroperasi aktif setiap hari. Kondisi ini menyebabkan capaian cetak sawah masih berkisar satu hingga dua hektare per hari.
Meski demikian, sebagian lahan yang telah dicetak sudah mulai ditanami, meskipun masih terbatas. Proses pencetakan dan pengolahan lahan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
Gusnar juga menyampaikan hasil koordinasi dengan Balai Sungai terkait jaringan irigasi. Menurutnya, sebagian besar area dapat dijangkau jaringan irigasi tersier, meski masih ada beberapa hektare lahan di luar jaringan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan menyiapkan penanganan khusus berupa pembangunan pompa air.
“Memang ada beberapa hektare yang di luar jaringan. Itu akan ada treatment baru dengan membangun pompa-pompa air khusus untuk mengairi areal yang tidak masuk dalam jaringan daerah irigasi,” jelasnya.
Berdasarkan data lapangan, realisasi cetak sawah hingga 24 Februari 2026 di Kecamatan Randangan telah mencapai 423 hektare. Kegiatan ini didukung pembangunan infrastruktur berupa saluran pembuang sepanjang 16.712 meter, saluran tersier 5.942,5 meter, pematang 29.642 meter, jalan usaha tani 180 meter, serta pemasangan satu unit pintu air.
Dari total 519 hektare lahan yang telah dicetak, seluas 135 hektare sudah diolah menggunakan alat yang tersedia. Di Desa Manunggal Karya, realisasi cetak sawah mencapai 37 hektare, sementara di Desa Motolohu Selatan tercatat seluas 30 hektare.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....