Pemerintah Tinjau Sumber Mata Air di Desa Haya-Haya
- 28 Jan 2026 21:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo meninjau potensi sumber mata air alam Polonthanga di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa 27 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan pihak Kementerian Kehutanan, Bappenda, TNI/Polri, Perumda Tirta Limutu, hingga SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Tujuan dari peninjauan ini tidak lain untuk melaksanakan pengukuran dan pemetaan lokasi titik mata air tersebut.
Kepala Dinas PUPR kabupaten Gorontalo, Risman K. Umar mengatakan, peninjauan sumber mata air ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung penanganan stunting. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menerima permintaan dari Pemerintah Desa Haya-Haya agar bisa melakukan survei dan pendataan teknis terhadap mata air tersebut.
Dari peninjauan itu, mata Air Haya-Haya dinilai memiliki debit yang stabil dengan kualitas baik, bahkan diperkirakan mampu menyuplai kebutuhan penduduk di tiga desa sekitar. Namun, pengelolaannya masih perlu dimaksimalkan secara terpadu. Langkah ini diyakini menjadi kunci keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.
“Walaupun dinamakan mata air Haya-Haya, sumber air ini memiliki debit yang cukup baik dan mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk kurang lebih tiga desa di sekitar Haya-Haya. Dari pengamatan awal, kualitas airnya juga tergolong baik,” ungkap Risman.

Selain untuk konsumsi, kata Risman, mata air Haya-Haya berpotensi dikembangkan untuk sektor pertanian, perikanan, dan destinasi wisata pemandian alam berkelanjutan. Pengembangan terpadu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan program penguatan desa binaan.
“Kita turun bersama lintas sektor, termasuk didampingi tim dari Universitas Negeri Gorontalo dalam rangka pemantapan desa binaan di Kabupaten Gorontalo,” kata Risman.
Secara historis, infrastruktur mata air ini telah berusia lebih dari 40 tahun dan terakhir diperbarui pada kepemimpinan sebelumnya. Saat ini sebagian fasilitas sudah tidak berfungsi optimal. Peremajaan segera diperlukan agar mata air kembali maksimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....