Jauh dari Bandung, Pedagang Merchandise Ikut Berburu Rezeki di PENAS KTNA

  • 20 Jun 2026 07:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Limboto – Di tengah hiruk pikuk pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke 17 Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, terdapat kisah para pedagang yang turut meramaikan kegiatan nasional tersebut. Salah satunya Ade, pedagang merchandise asal Bandung, Jawa Barat, yang datang khusus untuk menjajakan berbagai cendera mata bertema PENAS.

Di sebuah lapak sederhana di kawasan arena kegiatan, Ade menawarkan berbagai produk mulai dari kaos PENAS, tas lipat, tas rajut, gantungan kunci kulit, hingga pena. Meski baru memasuki hari pertama berjualan, ia mengaku sudah mendapatkan pembeli.

“Alhamdulillah sudah ada pembeli. Yang paling laku sementara ini kaos PENAS,” ujarnya.

Berbeda dengan peserta resmi yang mendapat fasilitas dari panitia, Ade datang sebagai pedagang mandiri. Ia memilih membuka lapak di area luar arena utama karena biaya sewa stan di dalam dinilainya cukup tinggi.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari peluang usaha. Bersama rombongan pedagang lainnya, ia menempuh perjalanan dari Bandung ke Gorontalo dengan biaya sendiri, termasuk untuk kebutuhan akomodasi selama berada di daerah ini.

Bagi Ade, mengikuti PENAS bukanlah pengalaman pertama. Ia mengaku rutin hadir dalam setiap penyelenggaraan PENAS di berbagai daerah. Sebelumnya, ia juga berjualan pada PENAS yang digelar di Padang dan Aceh.

Pengalaman berpindah dari satu daerah ke daerah lain membuatnya terbiasa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mencari tempat tinggal sementara hingga menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca setempat.

Meski mengaku cuaca Gorontalo cukup panas dibanding daerah asalnya, Ade tetap menikmati suasana yang ada. Terlebih, sambutan masyarakat serta cita rasa kuliner Gorontalo menurutnya cukup berkesan.

“Makanannya mantap, enak. Masih cocok dengan selera orang Sunda,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Ade, PENAS bukan sekadar ajang menjual merchandise. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bertemu orang-orang dari berbagai daerah sekaligus menjadi sumber penghidupan yang terus ia ikuti dari satu penyelenggaraan ke penyelenggaraan berikutnya.

Di balik kemeriahan PENAS yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, ada pula para pelaku usaha kecil seperti Ade yang menggantungkan harapan pada ramainya pengunjung dan semangat kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....