Akses Terbatas, Dikbud Kabupaten Gorontalo Kembangkan Pendidikan Nonformal

  • 27 Jan 2026 14:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kepala Dinas Pendidikan dan KebudayaanKabupaten Gorontalo, Abdul Waris, menanggapi data yang menunjukkan mayoritas masyarakat di Kabupaten Gorontalo masih berlatar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Ia menyebut kondisi tersebut terjadi di tujuh kecamatan yang memiliki akses geografis sulit dijangkau.

“Ada tujuh kecamatan yang jangkauannya cukup sulit karena letaknya jauh, sehingga angka putus sekolah di wilayah tersebut relatif tinggi,” ujar Abdul Waris kepada RRI, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurutnya, keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya menyediakan alternatif melalui layanan pendidikan nonformal.

“Pendidikan nonformal menjadi salah satu solusi yang kami tawarkan. Alhamdulillah, sejak tahun 2019 program ini sudah kami terapkan,” jelasnya.

Abdul Waris menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pendidikan nonformal terbilang tinggi. Ia mencontohkan, jumlah warga belajar di Kecamatan Tibawa mencapai sekitar 500 orang, sementara di Kecamatan Tolangohula lebih dari 700 orang.

Ia juga menyebutkan, melalui program penyetaraan Paket A, B, dan C, Kabupaten Gorontalo setiap tahunnya mampu meluluskan lebih dari 1.000 peserta. Secara keseluruhan, jumlah warga yang tergabung dalam program penyetaraan pendidikan tersebut mencapai sekitar 6.000 orang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....