UBM Gorontalo Buka Program Doktor Manajemen, Pertama di LLDIKTI Wilayah 16

  • 20 Jul 2026 12:53 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo resmi memperoleh izin penyelenggaraan Program Studi Doktor (S3) Manajemen. Kehadiran program doktor tersebut menjadi tonggak baru bagi pendidikan tinggi di Gorontalo karena menjadi program doktor manajemen pertama yang hadir di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVI yang meliputi Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Ir. Azis Rachman mengatakan, terbitnya izin pembukaan Program Doktor S3 Manajemen merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat atas kesiapan Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam menyelenggarakan pendidikan jenjang doktor. Menurutnya, kehadiran Program Doktor Manajemen akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi aparatur pemerintah, kalangan swasta, akademisi, maupun profesional yang selama ini harus melanjutkan studi doktoral ke luar daerah.

"Universitas Bina Mandiri Gorontalo telah mendapatkan SK Mendikti Saintek Nomor 685 Tahun 2026 tentang persetujuan izin pembukaan Program Studi Doktor S3 Manajemen. Program ini menjadi salah satu program doktor yang ada di wilayah LLDIKTI XVI dan saat ini baru berada di UBM Gorontalo dari tiga provinsi yang berada dalam lingkup LLDIKTI XVI, yaitu Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Ini merupakan terobosan sekaligus penghargaan dari pemerintah pusat kepada UBM," ujar Azis

*"Program doktor ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun sektor lainnya. Selama ini masyarakat yang ingin melanjutkan studi S3 harus keluar daerah, kini akses tersebut sudah tersedia di Gorontalo," tambahnya

Azis menjelaskan, pembukaan program doktor tersebut didukung oleh pemenuhan berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah, mulai dari sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia. Selama dua tahun terakhir, UBM membangun gedung pascasarjana yang dilengkapi perpustakaan, ruang kuliah representatif, fasilitas lift, serta berbagai sarana penunjang lainnya yang menjadi syarat penyelenggaraan program doktor.

Selain fasilitas, UBM juga telah memenuhi persyaratan tenaga pengajar. Saat ini universitas tersebut memiliki dua Guru Besar di bidang manajemen serta empat dosen bergelar doktor dengan jabatan Lektor Kepala yang menjadi dosen pendukung Program Doktor S3 Manajemen. Menurut Azis, kelengkapan tersebut membuat proses perizinan dapat berjalan lebih cepat karena seluruh persyaratan utama telah dipenuhi.

Program Doktor S3 Manajemen UBM menawarkan empat peminatan, yakni inovasi manajemen bisnis, inovasi manajemen sektor publik, manajemen layanan kesehatan, serta manajemen layanan pendidikan. Berbagai peminatan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengembangan ilmu manajemen di berbagai sektor.

Untuk tahun akademik pertama, UBM hanya diperkenankan menerima 12 mahasiswa baru sesuai ketentuan rasio dosen dan mahasiswa pada jenjang doktor. Meski demikian, jumlah calon pendaftar disebut telah melampaui kuota dan seluruh peserta tetap harus mengikuti proses seleksi.

Azis menambahkan, biaya pendidikan Program Doktor S3 Manajemen di UBM dirancang lebih terjangkau dibandingkan program serupa di sejumlah perguruan tinggi lain. Kebijakan tersebut diambil agar akses pendidikan doktor dapat dinikmati masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi akademik tanpa harus menempuh studi di luar daerah. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....