BKKBN Gorontalo Dukung Sekolah Sehat Terpadu Kabupaten Gorontalo
- 24 Jan 2026 20:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo turut mendukung penguatan ketahanan keluarga pada segmen remaja melalui kehadiran dalam kegiatan Launching Program Sekolah Sehat Terpadu yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar mitra strategis di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Limboto,
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting, Joko Wiyanto, menghadiri langsung kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo serta empat sekolah menengah atas di Kabupaten Gorontalo.
Empat sekolah yang terlibat dalam penandatanganan PKS tersebut yakni SMA Negeri 2 Limboto, SMK Muhammadiyah Limboto, SMA Negeri 1 Mootilango, dan SMA Negeri 1 Boliyohuto. Kerja sama ini bertujuan memperkuat implementasi Program Sekolah Sehat Terpadu sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan peserta didik secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Program Sekolah Sehat Terpadu merupakan langkah strategis dalam membangun perilaku hidup sehat sejak usia remaja, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan stunting di masa depan,” ujar Joko Wiyanto di sela-sela kegiatan.
Launching Sekolah Sehat Terpadu ditandai dengan pemasangan PIN kepada pengurus Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Negeri 2 Limboto sebagai sekolah percontohan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan remaja terkait gizi seimbang dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, pembagian leaflet dan poster edukasi, serta pelaksanaan games edukatif bertema gizi.
Melalui kehadiran BKKBN dalam kegiatan ini, diharapkan sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan keluarga dan pencegahan stunting dapat dimulai sejak usia remaja, khususnya melalui lingkungan sekolah sebagai ruang strategis dalam pembentukan perilaku hidup sehat dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....