Pahlawan Tanpa Sorotan di Bumi Perkemahan Bongohulawa

  • 09 Nov 2025 17:23 WIB
  •  Gorontalo

KBRN Gorontalo : Dibalik suksesnya Peran Saka Nasional 2025 yang berlangsung selama beberapa hari di Bumi Perkemahan Bongo Hulawa, Limboto, terdapat kerja senyap dua sosok perempuan hebat yang jarang disebut di panggung utama acara. Mereka adalah Dra. Asri Banteng, ME yang akrab disapa Kak Asri, dan Reni Liputo, S.Pd yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Nene Peggy. Dua perempuan ini menjadi figur kunci dalam memastikan ribuan peserta dari seluruh Indonesia dapat menjalani kegiatan dengan baik, nyaman, dan terjaga kebutuhannya setiap hari.

Selama kegiatan berlangsung, Kak Asri dan Kak Nene Peggy dibantu oleh beberapa sanggar kerja yang ikut terlibat dalam proses distribusi konsumsi. Tugas ini bukan sekadar membagikan makanan, namun memastikan setiap peserta, panitia, dan petugas kurang lebih sebanyak 1.700 orang menerima konsumsi tepat waktu dan sesuai jadwal yang telah diatur panitia pusat. Mereka bekerja sejak pagi hingga malam, memastikan pendataan kebutuhan, kontrol standar makanan, proses pendistribusian, hingga pengawasan di lapangan berjalan tanpa hambatan.

Meski tugas ini menuntut kesabaran, stamina, dan koordinasi tinggi, keduanya mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik hingga kegiatan ditutup pada Sabtu, 8 November 2025. Menurut mereka, keberhasilan ini bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi lebih pada bentuk pengabdian, kebanggaan, dan komitmen untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta Peran Saka Nasional 2025 yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

Peran yang mereka jalankan menjadi gambaran nyata bahwa kesuksesan sebuah agenda nasional bukan hanya diukur dari megahnya seremoni pembukaan, ramainya panggung utama, ataupun keberagaman tampilan kegiatan yang terlihat publik. Namun juga terletak pada ketulusan para pekerja di balik layar yang bekerja dalam diam, tenang, sabar, namun berdampak besar pada kelancaran seluruh kegiatan.

Peran Saka Nasional 2025 bukan hanya meninggalkan kenangan indah bagi para peserta, tetapi juga menyisakan kisah inspiratif dari tangan-tangan yang membantu menghidupkan suasana, menjaga energi acara tetap terjaga, dan memastikan semua berjalan sesuai rencana dari awal hingga akhir. Bagi Kak Asri dan Kak Nene Peggy, pengalaman ini akan menjadi bagian sejarah personal yang tak terlupakan sebuah tugas mulia yang dijalani dengan hati, pengabdian, dan rasa cinta terhadap gerakan Pramuka dan generasi muda Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....