Tingkat Pendapatan Faktor Utama Rendahnya Daya Beli Masyarakat
- 13 Sep 2025 12:09 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo: Rendahnya daya beli masyarakat dinilai bukan semata-mata disebabkan oleh inflasi. Faktor utama justru terletak pada pendapatan masyarakat yang stagnan dan cenderung tidak menentu. Pandangan ini disampaikan oleh sosiolog sekaligus akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Momy Hunowu, Sabtu (13/09/2025).
Menurut Momy, ada banyak masyarakat Gorontalo yang saat ini bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak menentu bahkan cenderung rendah. Kondisi ini membuat ekonomi mereka menjadi sangat rentan, terlebih saat harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan.
"Banyak rumah tangga kelas bawah itu menggantungkan hidup pada sektor informal, dimana penghasilannya itu tidak menentu," kata Momy.
Meski pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menjaga stabilitas harga, masyarakat tetap kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari karena pendapatan mereka yang rendah dan tidak pasti.
"Meskipun harga-harga turun, ada pasar murah, mereka tidak bisa beli,' jelasnya.
Budaya hidup hemat yang dianut sebagian masyarakat juga turut mempengaruhi tinggi dan rendahnya daya beli. Menurut Momy, masyarakat yang menganut budaya ini lebih mengutamakan pemenuhan makan sekadar kenyang, tanpa memperhatikan aspek gizi atau kualitas konsumsi.
"Istilah yang sering kita dengar gak penting gizi, yang penting kenyang. Yang penting mereka bisa bertahan, dan itu berlaku bagi mereka kelas bawah," tandasnya.
Dengan kondisi ini, pemerintah perlu mendorong dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di sektor informal. Program seperti pelatihan keterampilan, dukungan modal usaha kecil, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha mikro, dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperbaiki serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....