PENAS di Gorontalo jadi Berkah Rezeki bagi Pedagang Kecil di Limboto

  • 20 Jun 2026 13:52 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo. Ribuan peserta yang memadati kawasan GORR David-Tony, Limboto, Sabtu 20 Juni 2026, memberikan peluang besar bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan.

Sejak pagi hari, sejumlah pedagang makanan dan minuman terlihat ramai melayani pembeli yang datang dari berbagai daerah. Produk yang dijual pun tergolong sederhana, namun menjadi kebutuhan utama peserta selama mengikuti kegiatan.

Menu yang paling banyak diminati adalah nasi bungkus dan nasi dengan tambahan lauk. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per porsi.

Selain makanan, aneka minuman dingin juga laris diburu peserta untuk melepas dahaga di tengah padatnya aktivitas dan cuaca yang cukup panas selama pelaksanaan kegiatan.

Harga minuman yang dijual bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per gelas atau kemasan, sehingga masih dapat dijangkau oleh para peserta maupun pengunjung.

Salah seorang pedagang, Isti, mengaku bersyukur dengan adanya PENAS XVII karena memberikan peluang usaha yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, sejak pagi pembeli terus berdatangan. Yang paling banyak dicari nasi bungkus dan minuman dingin. Kegiatan seperti ini sangat membantu pedagang kecil seperti kami," ucap Isti.

Menurutnya, meskipun menu yang dijual tidak mewah, kebutuhan peserta terhadap makanan siap santap dan minuman segar cukup tinggi sehingga dagangannya cepat habis dibandingkan hari-hari biasa.

Isti berharap kegiatan berskala nasional seperti PENAS dapat terus digelar di Gorontalo karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.

Ramainya transaksi selama pelaksanaan PENAS XVII menunjukkan bahwa kegiatan nasional tidak hanya menjadi ruang bertukar pengetahuan bagi petani dan nelayan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal dan membuka peluang rezeki bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....