Tangis Messi dan Fajar Baru Lamine Yamal
- 20 Jul 2026 06:23 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, New Jersey — Panggung megah Stadion MetLife, New Jersey, menjadi saksi bisu akhir tragis sekaligus kelahiran era baru dalam sejarah sepak bola dunia. Pertandingan final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB, resmi menutup lembaran kisah internasional sang megabintang Lionel Messi bersama timnas Argentina, sekaligus menegaskan tongkat estafet yang kini beralih ke pundak wonderkid Spanyol, Lamine Yamal.
Spanyol keluar sebagai juara baru sejagat setelah menundukkan sang juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 lewat drama babak perpanjangan waktu.
Bagi kapten Argentina, Lionel Messi, laga final ini digadang-gadang sebagai tarian terakhir (Last Dance) yang ia impikan berakhir manis. Tampil sejak menit awal, La Pulga memimpin skuad Albiceleste dengan determinasi tinggi demi mempertahankan mahkota juara dunia. Namun, rapatnya barisan pertahanan Spanyol yang dikomandoi Pau Cubarsí dan Aymeric Laporte membuat pergerakan Messi terkunci.
Ketegangan mencapai puncaknya menjelang waktu normal berakhir. Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang andalan mereka, Enzo Fernández, diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+2. Kalah jumlah pemain membuat armada Lionel Scaloni terpaksa bermain bertahan total memasuki babak extra time.
Impian Messi untuk mengangkat trofi Piala Dunia kedua kalinya sirna pada menit ke-106. Pemain pengganti Spanyol, Ferran Torres, berhasil memecah kebuntuan lewat sepakan keras yang menembus jala Emiliano Martínez. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus menandai akhir perjalanan internasional Messi dengan medali perak.
Jika New Jersey menjadi tempat perpisahan emosional bagi Messi, bagi Lamine Yamal, ini adalah perayaan fajar baru kariernya. Mengenakan nomor punggung 19, Yamal tampil merepotkan sisi kiri pertahanan Argentina sepanjang laga. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, pemain ajaib asal Barcelona tersebut sukses menjadi motor serangan La Furia Roja bersama Dani Olmo dan Nico Williams.
Yamal nyaris mencetak gol cepat pada menit ke-5 andai tendangannya tidak diblok secara gemilang oleh Lisandro Martínez. Kendati tidak mencatatkan namanya di papan skor pada laga final, kontribusi Yamal sepanjang turnamen menobatkannya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam keberhasilan Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka setelah tahun 2010.
Dengan trofi emas Piala Dunia yang kini sah digenggamnya, Lamine Yamal secara simbolis melanjutkan tongkat estafet dominasi sepak bola yang selama hampir dua dekade ini dipegang oleh Lionel Messi. Era baru sepak bola dunia resmi dimulai dari kaki sang anak muda Spanyol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....