Drama di Grup H: Tahan Imbang Arab Saudi 0-0, Debutan Cape Verde di 32 Besar

  • 27 Jun 2026 07:54 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Houston – Sebuah dongeng sepak bola baru saja ditulis dengan tinta emas di Houston Stadium, Texas. Tim nasional Cape Verde (Tanjung Verde), negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika dengan populasi tak sampai 600 ribu jiwa, secara dramatis berhasil lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Kepastian sejarah ini diraih setelah tim berjuluk Blue Sharks tersebut sukses menahan imbang raksasa Asia, Arab Saudi, dengan skor kacamata 0-0 dalam laga pamungkas Grup H yang dipenuhi ketegangan hingga detik terakhir.

Hasil imbang ini sudah lebih dari cukup bagi Cape Verde untuk mengangkangi dua kekuatan sepak bola konvensional, Uruguay dan Arab Saudi. Menemani Spanyol melaju ke fase gugur, Cape Verde mencatatkan rekor unik dan mengagumkan: lolos ke babak berikutnya tanpa sekalipun menelan kekalahan di fase grup.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, atmosfer pertandingan langsung terasa panas. Arab Saudi yang diarsiteki oleh Hervé Renard membutuhkan kemenangan mutlak untuk bisa lolos. Mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan menerapkan garis pertahanan tinggi.

Laga baru berjalan empat menit, bek Arab Saudi, Saud Abdulhamid, sudah harus menerima kartu kuning setelah melanggar keras penyerang sayap Cape Verde. Ketatnya tensi pertandingan membuat wasit harus bekerja ekstra keras; hanya berselang empat menit kemudian, giliran bek Cape Verde, Wagner Pina, yang diganjar kartu kuning akibat pelanggaran taktis demi menghentikan serangan balik cepat Arab Saudi.

Arab Saudi terus mengurung pertahanan Cape Verde. Melalui motor serangan Salem Al-Dawsari dan ujung tombak Firas Al-Buraikan, berkali-kali Elang Hijau menggempur lini belakang Blue Sharks. Namun, Cape Verde menunjukkan organisasi pertahanan yang luar biasa rapat dan disiplin.

Dipimpin oleh kiper veteran sekaligus kapten tim, Vozinha, benteng pertahanan Cape Verde tampil kokoh bak batu karang. Vozinha melakukan dua penyelamatan gemilang di babak pertama, termasuk menepis tendangan bebas melengkung dari luar kotak penalti, yang membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arab Saudi yang mulai dikejar waktu meningkatkan intensitas serangan. Hervé Renard memasukkan penyerang segar, Abdullah Al-Hamdan, untuk menambah daya gedor. Alhasil, Cape Verde dipaksa bermain setengah lapangan dan hanya mengandalkan serangan balik lewat kecepatan Garry Rodrigues yang masuk di menit ke-60.

Ketegangan di stadion mencapai puncaknya pada menit ke-75. Terjadi friksi di pinggir lapangan setelah pelanggaran keras di dekat area teknik. Wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah untuk salah satu staf kepelatihan Arab Saudi karena protes yang dinilai berlebihan. Atmosfer di dalam stadion menjadi sangat intimidatif bagi Cape Verde.

Memasuki lima menit tambahan waktu (injury time), Arab Saudi mendapatkan peluang emas melalui kemelut di depan gawang. Al-Hamdan melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, namun secara heroik bek tengah Cape Verde, Roberto Lopes, menjatuhkan diri untuk memblok bola dengan dadanya.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor kacamata 0-0 tetap tidak berubah. Tangis haru, pelukan, dan selebrasi liar langsung pecah di bangku cadangan Cape Verde. Mereka resmi mencetak sejarah baru dalam sepak bola dunia.

Lolosnya Cape Verde ke babak 32 besar langsung dicap oleh para pengamat sebagai salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah modern Piala Dunia. Tergabung di Grup H yang kerap disebut sebagai "grup neraka" bersama juara dunia 2010 (Spanyol), juara dunia dua kali (Uruguay), serta raksasa Asia yang sarat pengalaman (Arab Saudi), Cape Verde sama sekali tidak diunggulkan dan diprediksi hanya akan menjadi tim pelengkap.

Namun, anak asuh Bubista ini membungkam semua prediksi miring tersebut lewat performa yang luar biasa spartan:

  1. Matchday 1: Secara mengejutkan mampu menahan imbang tim bertabur bintang Spanyol dengan skor defensif legendaris, 0-0.
  2. Matchday 2: Terlibat duel sengit dan kejar-mengejar angka sebelum akhirnya menahan imbang Uruguay 2-2 lewat gol dramatis Kevin Pina dan Hélio Varela.
  3. Matchday 3: Bermain dengan kedisiplinan tingkat tinggi untuk memaksakan skor 0-0 kontra Arab Saudi.

Dengan koleksi 3 poin dari 3 kali hasil imbang, Cape Verde kokoh di peringkat kedua grup karena pada pertandingan lainnya, Uruguay tak berkutik dan takluk dari Spanyol. Cerita dongeng Blue Sharks pun dipastikan berlanjut ke fase gugur Piala Dunia 2026, membuktikan bahwa di panggung tertinggi sepak bola, kerja keras dan organisasi tim yang solid mampu meruntuhkan nama besar uang dan tradisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....