Bola Pintar Piala Dunia 2026, Teknologi di Balik Si Kulit Bundar
- 10 Jun 2026 10:33 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID, Grontalo - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain terbaik dunia, tetapi juga ajang unjuk kecanggihan teknologi sepak bola modern. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah bola pertandingan yang dilengkapi teknologi Connected Ball Technology atau teknologi bola terhubung.
Teknologi ini dikembangkan FIFA bersama produsen bola resmi, dengan menanamkan Inertial Measurement Unit (IMU) Sensor di bagian tengah bola. Sensor tersebut mampu mengirimkan data pergerakan bola secara real time hingga 500 kali per detik kepada sistem Video Assistant Referee (VAR).
Melalui teknologi Connected Ball, setiap sentuhan pemain terhadap bola dapat terdeteksi secara akurat. Data tersebut kemudian dipadukan dengan sistem Semi-Automated Offside Technology (SAOT) atau teknologi offside semi-otomatis yang menggunakan jaringan kamera khusus di stadion untuk melacak posisi pemain dan bola secara bersamaan.
Keunggulan teknologi ini terlihat saat terjadi situasi offside yang sangat tipis. Sistem dapat menentukan momen pasti ketika bola disentuh pemain sehingga membantu wasit mengambil keputusan lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.
Selain sensor IMU, bola juga dirancang menggunakan teknologi konstruksi panel modern yang membuat lintasan bola lebih stabil saat melayang di udara. Material khusus pada lapisan luarnya membantu meningkatkan kontrol, akurasi umpan, dan kualitas tendangan para pemain.
FIFA pertama kali memperkenalkan teknologi Connected Ball pada Piala Dunia 2022 di Qatar melalui bola bernama Al Rihla. Teknologi tersebut kemudian terus dikembangkan dan diproyeksikan menjadi bagian penting dalam operasional pertandingan internasional, termasuk pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menurut FIFA, kombinasi Connected Ball Technology, Semi-Automated Offside Technology (SAOT), serta dukungan Artificial Intelligence (AI) menjadi fondasi sistem perwasitan modern yang mampu menghadirkan pertandingan lebih adil dan transparan.
Dengan demikian, bola resmi Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar alat permainan. Di dalamnya terdapat sensor pintar yang menjadikan si kulit bundar sebagai bagian dari ekosistem teknologi canggih yang membantu menentukan jalannya pertandingan di panggung sepak bola terbesar dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....