Gubernur: PENAS KTNA Bawa Manfaat Ekonomi Hingga Program Perumahan

  • 27 Jun 2026 21:52 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat lanjutan berupa tambahan program bantuan perumahan dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Gusnar saat konferensi pers pasca-PENAS di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Sabtu 27 Juni 2026.

Menurut Gusnar, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat selama pelaksanaan PENAS mencapai sekitar Rp22 miliar, yang berasal dari sektor akomodasi, konsumsi peserta, transportasi lokal, hotel, homestay, rumah kos, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga mencatat peningkatan kunjungan yang signifikan. Selama enam hari pelaksanaan PENAS, sebanyak 3.310 wisatawan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Gorontalo dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp355 juta.

"Yang paling banyak dikunjungi memang destinasi Hiu Paus di Botubarani. Ini menunjukkan bahwa PENAS turut memperkenalkan potensi wisata Gorontalo kepada tamu dari berbagai daerah," ujar Gusnar.

Di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transaksi selama lima hari penyelenggaraan PENAS mencapai sekitar Rp1,197 miliar, menandakan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat selama berlangsungnya agenda nasional tersebut.

Namun menurut Gusnar, manfaat terbesar justru datang setelah pelaksanaan PENAS usai.

Ia menjelaskan, kehadiran Menteri Dalam Negeri saat membuka PENAS dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperlihatkan implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang telah disinergikan dengan kebijakan lintas kementerian.

Melalui koordinasi tersebut, Gorontalo yang sebelumnya memperoleh alokasi 4.059 unit rumah dari Kementerian Perumahan, kembali mendapatkan tambahan 1.000 unit bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Ini salah satu manfaat nyata dari PENAS. Cerita baik yang ada di Gorontalo ditangkap oleh para pengambil kebijakan di Jakarta, sehingga pemerintah pusat memberikan tambahan bantuan untuk masyarakat kita," kata Gusnar.

Ia menjelaskan, tambahan bantuan tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp81 miliar dan akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

Gubernur berharap manfaat penyelenggaraan PENAS tidak hanya berhenti pada meningkatnya aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu membuka peluang hadirnya berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....