Jauh dari Penajam Paser Utara ke Gorontalo, KTNA Berburu Teknologi Pertanian

  • 20 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Menempuh perjalanan jauh dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) hadir di Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan 2026 di Gorontalo untuk menyerap berbagai ilmu, inovasi, dan teknologi pertanian yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung, Sabtu 20 Juni 2026. Bagi peserta dari Penajam Paser Utara, keikutsertaan dalam PENAS memiliki arti penting. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mencari solusi pengembangan sektor pertanian.

Hal ini dilakukan guna mendukung ketahanan pangan di daerah yang menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara.

Peserta PENAS asal Penajam Paser Utara, Abdul Wahab, mengatakan kehadiran mereka di Gorontalo bertujuan untuk mempelajari berbagai teknologi pertanian yang dapat diterapkan di daerah asal.

"Kami datang dari Penajam Paser Utara untuk belajar dan melihat langsung berbagai teknologi pertanian yang ditampilkan pada PENAS di Gorontalo," ucap Abdul Wahab.

Menurutnya, kebutuhan akan penguatan sektor pertanian semakin penting seiring peran Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga IKN yang harus mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

"Sebagai daerah penyangga IKN, kami harus mempersiapkan sektor pertanian yang kuat dan produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat," kata Abdul Wahab.

Ia menilai berbagai inovasi yang dipamerkan pada PENAS dapat menjadi referensi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Selain mengikuti pameran teknologi, peserta juga memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan petani dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman mengenai praktik pertanian yang berhasil diterapkan di lapangan.

Abdul Wahab berharap ilmu dan teknologi yang diperoleh selama mengikuti PENAS dapat diterapkan di Penajam Paser Utara untuk memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

"Kami ingin membawa pulang pengetahuan baru yang bisa diterapkan oleh petani di daerah kami," tambahnya.

PENAS 2026 menjadi wadah strategis bagi petani dan nelayan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengadopsi inovasi guna menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....