PENAS XVII Jadi Momentum Transfer Teknologi bagi Petani dan Nelayan Indonesia
- 20 Jun 2026 10:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan yang berlangsung di kawasan GOR David-Tony, Kabupaten Bone Bolango, menjadi ajang strategis bagi para petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas wawasan serta mempelajari inovasi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas. Berbagai teknologi dan praktik pertanian modern diperkenalkan secara langsung kepada peserta sebagai bagian dari upaya mempercepat kemajuan sektor pangan nasional.
Selain menjadi wadah berbagi pengalaman antar pelaku pertanian dan perikanan, kegiatan yang digelar pada 20–27 Juni 2026 tersebut juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung penerapan teknologi di lapangan. Melalui metode tersebut, para petani dan nelayan diharapkan dapat memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan inovasi yang dapat diadaptasi sesuai kondisi daerah masing-masing.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai PENAS XVII merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta untuk mempelajari teknologi pertanian modern yang telah terbukti mampu meningkatkan hasil produksi.
“Ini kalau pola tanamnya dari jauh sudah bisa kita perhatikan ini pasti sudah meningkat produksinya karena rumputnya banyak. Jadi saya kira ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing,” ujar Gusnar.
Menurutnya, penyuluhan pertanian akan lebih efektif apabila peserta dapat melihat langsung praktik yang diterapkan di lapangan. Dengan demikian, inovasi dan teknologi yang diperkenalkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata setelah peserta kembali ke daerah asal.
Gusnar mengatakan model pertanian modern yang ditampilkan pada PENAS XVII dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah dan petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Penerapan teknologi yang tepat diyakini mampu mendukung peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di wilayah masing-masing. Dengan semakin luasnya adopsi teknologi pertanian, upaya mewujudkan swasembada pangan nasional diharapkan dapat tercapai lebih cepat dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....