Rembug Madya Awali Rangkaian Penas KTNA XVII di Gorontalo
- 19 Jun 2026 08:06 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 resmi dimulai dengan pelaksanaan Rembug Madya KTNA di Hotel Elizabeth, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus KTNA Nasional dan pengurus KTNA dari berbagai provinsi di Indonesia.
Rembug Madya dibuka langsung oleh Ketua Umum KTNA Nasional, Muhammad Yadi Sofyan Noor. Forum ini menjadi wadah untuk mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan PENAS XVII yang akan digelar di Provinsi Gorontalo. Pembahasan dalam forum tersebut difokuskan pada kesiapan pelaksanaan kegiatan utama selama PENAS XVII.
“Pada Rembug Madya ini kita membahas persiapan pembukaan dan penutupan PENAS ke-XVII, termasuk berbagai agenda penting lainnya seperti temu wicara dan temu profesi,” ujarnya.
Selain membahas agenda PENAS XVII, peserta juga menyepakati pelaksanaan Rembug Paripurna KTNA sebagai musyawarah tertinggi organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Dari hasil pembahasan, Rembug Paripurna KTNA dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 September 2026 di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PENAS XVII sebagai ajang strategis untuk memperkuat kapasitas petani dan nelayan Indonesia.
Usai Rembug Madya, rangkaian kegiatan KTNA Nasional akan berlanjut dengan pelaksanaan Rembug Utama yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 di Aula Universitas Gorontalo.
Sebagai tuan rumah PENAS KTNA XVII, Provinsi Gorontalo terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut ribuan petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku sektor pertanian dari seluruh Indonesia. Pelaksanaan Rembug Madya menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan nasional yang diharapkan mampu memperkuat jejaring, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....