PENAS XVII Gorontalo Satukan Petani dan Nelayan Nusantara

  • 20 Jun 2026 13:25 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Sebanyak 13 ribu peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 memadati Kabupaten Gorontalo untuk mengikuti ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha sektor pangan dari seluruh Indonesia. Kegiatan resmi dibuka di GORR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu 20 Juni 2026. Pembukaan PENAS XVII ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Polopalo oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia mengajak para tamu untuk menikmati keramahan masyarakat Gorontalo selama mengikuti rangkaian kegiatan PENAS.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Gorontalo, kami mengucapkan selamat datang di Gorontalo, selamat datang di Kabupaten Gorontalo, daerah yang dikenal sebagai Serambi Madinah dan salah satu lumbung pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ucap Gusnar Ismail.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai sekitar 13 ribu orang menunjukkan tingginya antusiasme petani dan nelayan Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan perikanan nasional.

Gusnar mengungkapkan tiga provinsi dengan jumlah peserta terbanyak pada PENAS XVII. Sulawesi Utara menempati posisi pertama dengan 1.574 peserta, diikuti Sulawesi Tengah sebanyak 901 peserta, dan Kalimantan Timur dengan 667 peserta.

“Partisipasi yang luar biasa ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan komitmen para petani dan nelayan Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Gusnar.

Selain jumlah peserta yang besar, PENAS XVII juga diwarnai kisah perjalanan peserta dari berbagai daerah yang harus menempuh perjalanan panjang untuk tiba di Gorontalo. Beberapa di antaranya berasal dari Aceh, Jambi, hingga Papua.

“Peserta dari Jambi harus menempuh perjalanan melalui Jakarta dan Surabaya sebelum tiba di Gorontalo. Begitu juga peserta dari Papua yang semula dijadwalkan transit di Manado sebelum melanjutkan perjalanan ke Gorontalo. Ini menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa untuk mengikuti PENAS XVII,” tambahnya.

Gubernur berharap PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengalaman, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarpetani, nelayan, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan sektor pertanian dan perikanan yang maju, mandiri, serta berkelanjutan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....