PENAS KTNA 2026 Jadi Ajang Transfer Teknologi dan Penguatan Hilirisasi Jagung
- 11 Jun 2026 22:09 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo dinilai tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk transfer teknologi pertanian serta pengembangan komoditas unggulan daerah.
Petani Gorontalo, Wasito Sumawiyono, mengatakan PENAS akan mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki pengalaman dan teknologi pertanian yang lebih maju.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai provinsi akan membuka peluang bagi petani Gorontalo untuk belajar langsung mengenai inovasi dan teknologi terbaru yang telah diterapkan di daerah lain.
"Saya meyakini pada saat pelaksanaan PENAS nanti akan hadir daerah-daerah yang memiliki teknologi pertanian lebih maju. Ini menjadi kesempatan bagi petani Gorontalo untuk memperoleh pengetahuan baru melalui transfer teknologi dan berbagi pengalaman dengan peserta dari daerah lain," ujar Wasito.
Ia berharap para petani di Gorontalo dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola usaha pertanian.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (PEJAGINDO) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad, menilai PENAS juga dapat menjadi momentum mendorong pengembangan sektor jagung yang selama ini menjadi komoditas andalan daerah.
Menurut Jasin, sebagian besar produksi jagung Gorontalo masih diperuntukkan sebagai bahan baku pakan ternak. Namun, ke depan terdapat peluang pengembangan jagung untuk kebutuhan pangan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Ia mengungkapkan adanya rencana uji coba penanaman jagung pangan seluas 5.000 hektare yang akan didukung kerja sama dengan investor dari Korea Selatan.
"Selama ini sekitar 98 persen jagung Gorontalo digunakan untuk pakan ternak. Kami mendapat informasi bahwa tahun 2026 akan dilakukan uji coba pengembangan jagung untuk pangan seluas 5.000 hektare. Ini menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor pertanian di Gorontalo," kata Jasin.
Ia menegaskan kalangan pengusaha jagung di Gorontalo siap mendukung dan berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan PENAS XVII bersama pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
PENAS KTNA XVII Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Provinsi Gorontalo dan akan dihadiri puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran ilmu, promosi potensi daerah, serta penguatan sektor pertanian dan perikanan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....