Temu Tani Agrosolution, Pupuk Kaltim Dorong Ketahanan Pangan

  • 28 Mar 2026 09:09 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Agrosolution

RRI.CO.ID, Gorontalo - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi bersama petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Temu Tani Ketahanan Pangan Program Agrosolution Tahun 2026.

Kegiatan ini dihadiri Dewan Komisaris Pupuk Kaltim, Gustaaf AC Patty dan Sukardi Rinakit, sebagai bentuk langkah nyata perusahaan dalam mendorong pengembangan wilayah lahan kering seperti Kabupaten Kupang, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia.

Gustaaf AC Patty menjelaskan, temu tani menjadi wadah strategis sekaligus ruang dialog konstruktif antara Pupuk Kaltim dan para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai tantangan serta peluang pengembangan pertanian berkelanjutan, berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, daerah ini memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya pada komoditas padi dan tanaman unggulan lainnya yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Karena itu, diperlukan sistem pertanian yang tangguh, efisien, dan adaptif melalui sinergi multipihak.

“Hal ini selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, bahwa kedaulatan pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Bagi Pupuk Kaltim, semangat tersebut menjadi landasan dalam menjalankan program Agrosolution,” ujar Gustaaf.

Ia menambahkan, Agrosolution merupakan inisiatif strategis yang menghadirkan solusi pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan pupuk, tetapi juga mencakup edukasi budidaya, pemupukan berimbang, pendampingan teknis, hingga peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

“Melalui pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan akses terhadap sarana produksi, tetapi juga pemahaman yang tepat terkait pengelolaan pertanian tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan,” jelasnya.

Sementara itu, Sukardi Rinakit menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda nasional yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk industri pupuk sebagai penyedia input utama dalam sektor budidaya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui sinergi multipihak yang saling menguatkan. Program Agrosolution dinilai mampu membuka peluang bagi Kabupaten Kupang menjadi contoh pengembangan pertanian lahan kering yang berhasil.

“Tantangan ke depan bukan hanya menjaga produktivitas, tetapi juga memastikan kesuburan tanah tetap terjaga. Melalui Agrosolution, hal tersebut dapat diimplementasikan secara seimbang,” ujar Sukardi.

Program ini juga dinilai sejalan dengan transformasi pertanian modern yang menekankan efisiensi penggunaan input, peningkatan hasil panen, serta pelestarian sumber daya lahan.

Sejumlah capaian menunjukkan efektivitas program tersebut. Salah satunya peningkatan produktivitas jagung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dari rata-rata 2,5 ton per hektare menjadi 6 ton per hektare atau meningkat sekitar 140 persen.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan 500 kilogram pupuk urea kepada kelompok tani setempat. Produk urea granul yang digunakan dikenal memiliki kandungan nitrogen optimal, tidak mudah menggumpal, serta memiliki daya sebar yang baik sehingga membantu penyerapan unsur hara secara efisien.

Sukardi menegaskan, keunggulan produk harus diiringi dengan pola pemupukan yang tepat agar hasilnya optimal.

“Produk yang baik perlu didukung dengan pemupukan berimbang. Di sinilah Agrosolution berperan melalui edukasi kepada petani,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....