Masyarakat Transportasi Indonesia Apresiasi Pengembangan Transjabodetabek

  • 27 Apr 2025 13:29 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut baik pengembangan layanan Transjabodetabek yang baru saja diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Layanan ini kini menghubungkan rute Blok M hingga Alam Sutera dengan 18 armada bus yang mulai beroperasi untuk melayani penumpang transportasi umum. Harapannya, kehadiran bus rute ini akan mempermudah mobilisasi penumpang dan memperkuat sistem transportasi umum di Jabodetabek.

Namun, meskipun pengembangan ini diapresiasi, MTI kembali menekankan pentingnya penyusunan masterplan Jabodetabek yang terintegrasi dan sistematis untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas layanan transportasi lintas wilayah. Ketua Umum MTI, Tory Damantoro, mengingatkan bahwa tanpa adanya perencanaan induk yang jelas, pengembangan layanan seperti Transjabodetabek berisiko tidak optimal dan tidak terukur dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu memindahkan komuter dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang andal.

“Masterplan Jabodetabek bukan sekadar rencana teknis, melainkan fondasi bagi kolaborasi penyelenggaraan dan pembiayaan layanan lintas daerah yang dinikmati bersama oleh seluruh warga Jabodetabek,” ujar Tory Damantoro.

MTI juga menyoroti bahwa dengan adanya masterplan, pembagian tanggung jawab dan pembiayaan antar wilayah akan lebih jelas. DKI Jakarta, sebagai penggerak awal, memang perlu menyediakan layanan dan subsidi pada tahap awal, namun seiring waktu, wilayah-wilayah di Bodetabek juga harus berperan dalam pembiayaan sesuai proporsi manfaat yang diterima masyarakatnya.

“Selayaknya DKI Jakarta membiayai di tahap awal. Namun, melalui masterplan, kita dapat menentukan momen yang tepat ketika beban subsidi mulai bisa dialihkan ke wilayah Bodetabek — misalnya saat farebox recovery ratio sudah mencapai 70%. Inilah gunanya perencanaan bersama yang terukur,” tambah Yusa Cahya Permana, Ketua MTI Jakarta.

MTI juga mendorong agar Pemprov Jakarta mengoptimalkan revitalisasi Terminal Blok M sebagai Transit-Oriented Development (TOD) yang menjadi hub untuk semua layanan transportasi Jabodetabek, mengingat terminal tersebut sudah dilayani oleh MRT dan dapat menjadi pusat penghubung bagi berbagai moda transportasi.

Selain itu, MTI terus mendorong pemerintah pusat dan daerah di Jabodetabek untuk segera merumuskan masterplan transportasi lintas wilayah yang komprehensif. Dengan adanya masterplan tersebut, setiap langkah pengembangan angkutan umum dapat dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, demi mewujudkan sistem transportasi yang efisien dan ramah lingkungan di wilayah Jabodetabek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....