Rahasia Burasa Tetap Awet dan Tidak Cepat Basi

  • 30 Sep 2026 19:37 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Burasa merupakan salah satu kuliner tradisional yang begitu lekat dengan masyarakat Sulawesi. Terbuat dari beras yang dimasak bersama santan, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan direbus hingga matang, burasa memiliki cita rasa gurih yang membuatnya cocok disantap bersama coto, opor, ayam, hingga sambal.

Namun, karena menggunakan santan dan memiliki kadar air cukup tinggi, burasa juga bisa lebih cepat basi jika pengolahan dan penyimpanannya kurang tepat. Lantas, bagaimana agar burasa tetap enak dan tahan lebih lama?

Pertama, pastikan bahan yang digunakan masih segar. Beras harus bersih dan santan yang digunakan sebaiknya masih segar. Hindari menggunakan santan yang sudah berbau asam karena dapat memengaruhi rasa sekaligus mempercepat kerusakan burasa.

Kedua, masak burasa hingga benar-benar matang. Proses memasak yang cukup penting untuk membuat tekstur burasa menjadi pulen sekaligus membantu mengurangi risiko burasa cepat rusak. Pastikan seluruh bagian burasa matang secara merata.

Ketiga, gunakan daun pisang yang bersih dan layak pakai. Daun pisang sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilayukan sebentar agar lebih mudah digunakan sebagai pembungkus dan tidak mudah robek. Kebersihan pembungkus juga penting agar burasa tidak mudah terkontaminasi.

Keempat, jangan langsung menyimpan burasa saat masih panas. Setelah matang, biarkan burasa sampai uap panasnya berkurang. Namun, jangan pula dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Setelah cukup dingin, burasa dapat segera disimpan dengan cara yang tepat.

Untuk penyimpanan lebih lama, masukkan burasa ke dalam wadah tertutup dan simpan di lemari pendingin. Jika ingin disimpan lebih lama lagi, burasa dapat dibekukan. Saat akan disantap, panaskan kembali hingga benar-benar panas dan teksturnya kembali lembut.

Yang tidak kalah penting, perhatikan tanda-tanda burasa sudah tidak layak dimakan. Jika muncul bau asam atau menyengat, tekstur berubah menjadi berlendir, terdapat perubahan warna yang mencurigakan, atau rasanya sudah tidak normal, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Jadi, kalau sedang membuat burasa dalam jumlah banyak untuk keluarga atau acara, jangan hanya memperhatikan rasanya tetapi cara menyimpannya juga sama pentingnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....