Mengenal Siput Gonggong, Kuliner Khas Bangka Belitung yang Kini Mulai Langka
- 24 Jul 2026 20:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Siput gonggong merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kepulauan Bangka Belitung yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir. Selain ditemukan di Bangka Belitung, spesies siput laut ini juga banyak dijumpai di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya.
Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat setempat telah mengolah siput gonggong menjadi berbagai hidangan. Kuliner ini bahkan dikenal sebagai salah satu ikon gastronomi Bangka Belitung yang masih bertahan hingga sekarang, meski keberadaannya mulai berkurang.
Siput gonggong umumnya diolah dengan dua cara, yaitu direbus atau digoreng. Sajian rebus biasanya dinikmati langsung bersama sambal, sedangkan versi goreng diolah menjadi lauk pendamping nasi dengan cita rasa gurih yang khas.
Namun, popularitas kuliner ini kini dihadapkan pada tantangan berkurangnya populasi siput gonggong di habitat alaminya. Perubahan kondisi lingkungan perairan disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah spesies tersebut.
Populasi siput gonggong sebelumnya banyak ditemukan di sejumlah kawasan pesisir Bangka Belitung, seperti Teluk Kelabat, Tanjung Rusa, hingga Pulau Ketawai. Berkurangnya habitat alami membuat keberadaan bahan baku kuliner tradisional ini semakin terbatas.
Padahal, siput gonggong memiliki nilai gizi yang tinggi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Community Development Journal, daging siput gonggong mengandung protein, vitamin, dan berbagai mineral yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Dari sisi pengolahan, proses memasak siput gonggong tergolong sederhana. Untuk sajian rebus, siput dimasak bersama racikan bumbu hingga matang, kemudian disajikan utuh dan dagingnya diambil menggunakan tusuk gigi sebelum disantap bersama sambal.
Sementara itu, pada olahan goreng, daging siput terlebih dahulu dipisahkan dari cangkangnya, dibersihkan, diberi bumbu seperti garam dan merica, lalu digoreng hingga kering. Hasilnya adalah hidangan bercita rasa gurih yang menjadi favorit masyarakat setempat.
Di tengah ancaman berkurangnya populasi siput gonggong, pelestarian habitat laut serta pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan menjadi langkah penting agar kuliner khas Bangka Belitung ini tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....