Pukis Empuk, Mudah Dibuat

  • 29 Jun 2026 19:07 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.Id,Gorontalo _ Kue pukis menjadi salah satu jajanan tradisional Indonesia yang hingga kini tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Meskipun berbagai jenis kue modern terus bermunculan, kehadiran kue pukis tidak pernah kehilangan penggemarnya. Teksturnya yang lembut, aroma santan yang harum, serta cita rasa manis yang pas menjadikan kue ini cocok dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kue pukis juga kerap hadir sebagai hidangan saat berkumpul bersama keluarga, teman, maupun dalam berbagai acara.

Dilansir dari mamikos.com, kue pukis merupakan salah satu kuliner tradisional yang cukup mudah dibuat karena bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan di pasaran. Selain untuk konsumsi keluarga, resep ini juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha rumahan. Dengan berbagai pilihan topping yang menarik, kue pukis memiliki nilai jual yang cukup baik dan tetap diminati masyarakat hingga saat ini.

Untuk membuat kue pukis, bahan utama yang diperlukan terdiri dari 200 gram tepung terigu, 3 butir telur ayam utuh, 2 kuning telur, 300 mililiter santan, 70 mililiter air hangat, 1 sendok makan ragi kue, 1 sendok makan garam, serta 150 gram gula pasir. Sebagai pelengkap, siapkan pula 130 gram keju yang diparut dan 130 gram meises cokelat sebagai topping. Selain dua topping tersebut, pembuat juga dapat berkreasi menggunakan meses warna-warni, cokelat leleh, kacang cincang, selai, ataupun irisan buah sesuai selera agar tampilan dan rasa kue semakin menarik.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan topping dengan memarut atau memotong keju sesuai kebutuhan. Setelah itu, campurkan ragi kue dengan air hangat, lalu aduk hingga benar-benar larut. Larutan ragi ini nantinya berfungsi membantu adonan mengembang sehingga menghasilkan tekstur kue yang empuk dan berpori halus.

Tahap berikutnya adalah merebus santan sambil terus diaduk secara perlahan. Proses ini penting agar santan tidak pecah atau menggumpal saat dipanaskan. Setelah santan mendidih, matikan api dan biarkan hingga suhunya menjadi hangat. Santan yang terlalu panas sebaiknya tidak langsung dicampurkan ke dalam adonan karena dapat memengaruhi kinerja ragi.

Selanjutnya, campurkan telur, gula pasir, tepung terigu, dan garam ke dalam satu wadah. Aduk hingga semua bahan tercampur rata. Setelah itu, masukkan larutan ragi dan santan hangat sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga menghasilkan adonan yang halus tanpa gumpalan. Adonan yang tercampur sempurna akan menghasilkan tekstur kue yang lebih lembut dan matang merata.

Setelah semua bahan tercampur, diamkan adonan selama kurang lebih 15 hingga 25 menit. Waktu istirahat ini bertujuan agar ragi bekerja dengan baik sehingga adonan mengembang secara optimal. Proses fermentasi sederhana ini menjadi salah satu kunci utama dalam menghasilkan kue pukis yang empuk dan mengembang sempurna saat dipanggang.

Sambil menunggu adonan mengembang, panaskan cetakan khusus kue pukis di atas kompor menggunakan api kecil. Penggunaan api kecil sangat dianjurkan agar bagian bawah kue tidak cepat gosong sementara bagian atasnya masih belum matang. Setelah cetakan panas, olesi permukaannya dengan margarin secukupnya agar adonan tidak lengket dan memberikan aroma yang lebih harum.

Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh, kemudian tutup cetakan selama beberapa menit agar panas merata. Ketika permukaan adonan mulai setengah matang, buka penutup dan taburkan topping sesuai selera, seperti keju parut, meises cokelat, atau kombinasi keduanya. Setelah itu, tutup kembali cetakan hingga kue benar-benar matang dan bagian atasnya mengembang dengan sempurna.

Setelah matang, angkat kue pukis secara perlahan dari cetakan dan sajikan selagi hangat. Pada kondisi hangat, tekstur kue akan terasa lebih lembut dengan aroma santan dan mentega yang menggugah selera. Kue pukis dapat disajikan sebagai teman minum teh atau kopi, hidangan untuk tamu, bekal anak ke sekolah, hingga sajian dalam berbagai acara keluarga.

Selain memiliki cita rasa yang lezat, kue pukis juga menyimpan nilai budaya sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Banyak pelaku usaha kuliner yang terus menghadirkan inovasi dengan berbagai varian rasa, seperti cokelat, pandan, taro, matcha, red velvet, hingga topping kekinian tanpa menghilangkan ciri khas bentuk dan teksturnya.

Kemudahan dalam proses pembuatan, bahan yang terjangkau, serta tingginya minat masyarakat menjadikan kue pukis sebagai salah satu pilihan yang menarik untuk dicoba di rumah maupun dijadikan ide usaha. Dengan mengikuti langkah-langkah pembuatan yang tepat, siapa pun dapat menghasilkan kue pukis yang lembut, harum, dan nikmat untuk dinikmati bersama keluarga ataupun dijual sebagai produk kuliner tradisional yang tetap diminati hingga kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....