Minum Kopi Kurangi Risiko Kematian Akibat Duduk Lama

  • 02 Jul 2024 20:50 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Siapa sangka kebiasaan minum kopi ternyata bisa jadi penyelamat? Sebuah studi terbaru menemukan bahwa minum kopi dapat membantu menangkal risiko kematian akibat gaya hidup yang tidak banyak bergerak, atau yang biasa dikenal dengan istilah "duduk terlalu lama".

Dilansir dari MedicalHealth (27/6), Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health mengungkapkan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko kematian terkait dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Studi ini melibatkan lebih dari 10.000 peserta dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) di Amerika Serikat, yang dipantau selama sekitar 13 tahun.

Peneliti menganalisis durasi duduk harian dan tingkat konsumsi kopi peserta. Berdasarkan kebiasaan duduk mereka (kurang dari 4 jam, 4-6 jam, 6-8 jam, atau lebih dari 8 jam per hari) dan kebiasaan konsumsi kopi (bukan peminum dan tiga tingkat konsumsi di antara peminum kopi), peserta dikelompokkan untuk analisis.
BACA JUGA : Dampak Negatif Minum Air Dingin Bagi Kesehatan

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang duduk lebih dari delapan jam sehari menghadapi risiko kematian 46% lebih tinggi akibat semua penyebab, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 79% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari empat jam sehari.

Orang yang duduk selama lebih dari enam jam setiap hari tanpa minum kopi memiliki risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 1,6 kali lebih tinggi. Sebaliknya, peminum kopi menunjukkan risiko kematian keseluruhan sebesar 33% lebih rendah dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 54% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

Ketika mengamati waktu duduk dan konsumsi kopi secara bersamaan, para peneliti menemukan bahwa risiko kematian yang lebih tinggi terkait dengan duduk dalam waktu lama hanya ditemukan di kalangan mereka yang tidak minum kopi, dan tidak di kalangan mereka yang mengonsumsi kopi.

Studi ini belum meneliti mekanisme yang menyebabkan kopi memiliki efek perlindungan terhadap perilaku tidak aktif. Namun, peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi kopi pada kuartil tertinggi menunjukkan risiko kematian akibat semua penyebab dan kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.

Secara keseluruhan, perilaku tidak banyak bergerak terbukti meningkatkan risiko kematian karena semua penyebab dan penyakit kardiovaskular, sementara asupan kopi terbukti mengurangi risiko tersebut. Ini adalah studi pertama yang menyelidiki hubungan gabungan antara waktu duduk harian dan konsumsi kopi dengan kematian karena semua penyebab dan penyakit kardiovaskular.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....