Kebiasaan Sehari-hari di Dapur yang Diam-diam Sebarkan Bakteri
- 17 Sep 2026 15:22 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Kebiasaan mencairkan daging di meja dapur dapat meningkatkan risiko bakteri berkembang.
- Makanan matang yang terlalu lama berada di suhu ruang dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri.
- Penyimpanan makanan yang benar di kulkas membantu mencegah kontaminasi silang.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Dapur menjadi tempat menyiapkan makanan untuk keluarga, tetapi beberapa kebiasaan kecil justru dapat membawa risiko kesehatan. Cara mencairkan daging, menyimpan makanan, hingga mengatur isi kulkas dapat memengaruhi keamanan pangan.
Banyak orang menganggap makanan yang terlihat bersih dan memiliki bau normal pasti aman dikonsumsi. Padahal, bakteri penyebab penyakit akibat makanan sering kali tidak mengubah tampilan, rasa, maupun aroma makanan.
Dilansir dari Students Recipes yang dipublikasikan melalui Yahoo Health, keamanan makanan di rumah sangat dipengaruhi oleh cara penyimpanan, suhu, serta kebiasaan saat mengolah bahan makanan. Penyimpanan yang tidak tepat dapat memberi peluang bakteri berkembang dan menyebabkan gangguan kesehatan.
Mencairkan Daging di Meja Dapur
Mencairkan daging beku di meja dapur masih menjadi kebiasaan yang sering dilakukan karena dianggap lebih praktis. Namun, cara tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri pada bagian luar daging.
Saat daging mulai mencair, bagian luar dapat mencapai suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri, sementara bagian dalam masih tetap beku. Kondisi ini membuat suhu makanan tidak merata.
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyarankan mencairkan makanan beku melalui tiga cara yang lebih aman, yaitu di dalam lemari es, menggunakan air dingin, atau memakai microwave. Makanan beku tidak disarankan dibiarkan mencair pada suhu ruangan.
Daging ayam, daging sapi giling, burger, sosis, daging panggang, hingga makanan laut termasuk bahan yang perlu mendapat perhatian saat proses pencairan. Setelah mencair, bahan makanan tersebut sebaiknya segera dimasak.
Membiarkan Makanan Terlalu Lama
Makanan matang yang dibiarkan terlalu lama di meja makan juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya bakteri. Kebiasaan ini sering terjadi saat acara keluarga atau ketika makanan belum langsung dimasukkan ke kulkas.
CDC menyebut rentang suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius sebagai zona bahaya makanan. Pada kondisi tersebut, bakteri dapat berkembang dengan cepat sehingga makanan lebih berisiko menyebabkan penyakit.
Makanan yang mudah rusak umumnya tidak boleh berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu ruangan mencapai lebih dari 32 derajat Celsius, batas aman tersebut menjadi sekitar satu jam.
Nasi, pasta, sup, saus, makanan berbahan susu, daging matang, dan sisa makanan termasuk jenis makanan yang perlu segera disimpan setelah selesai dikonsumsi.
Menyimpan Daging Mentah Sembarangan
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menaruh daging mentah di atas makanan matang atau makanan siap santap dalam kulkas. Cairan dari daging mentah dapat bocor dan mencemari makanan lain.
Salad, keju, makanan penutup, dan sisa makanan menjadi lebih berisiko karena biasanya langsung dikonsumsi tanpa proses memasak ulang untuk membunuh bakteri.
CDC menyarankan daging mentah, unggas, dan makanan laut disimpan dalam wadah tertutup atau kemasan rapat agar cairannya tidak mengenai makanan lain. USDA (United States Department of Agriculture)juga merekomendasikan menyimpan daging mentah pada rak paling bawah kulkas untuk mencegah tetesan.
Kulkas Terlalu Penuh
Memasukkan terlalu banyak makanan ke dalam kulkas dapat terlihat seperti cara menghemat ruang. Namun, kebiasaan tersebut dapat mengganggu sirkulasi udara dingin di dalam lemari pendingin.
Udara dingin perlu bergerak agar suhu tetap stabil di seluruh bagian kulkas. Jika terlalu penuh, beberapa makanan bisa menjadi lebih hangat dan lebih cepat mengalami kerusakan.
USDA menyarankan agar kulkas tidak diisi secara berlebihan. Sementara CDC merekomendasikan suhu kulkas berada pada 4 derajat Celsius atau lebih rendah agar makanan tetap aman disimpan.
| Baca juga: Bahaya Alat Dapur Plastik Hitam |
Kebiasaan Sederhana untuk Dapur Lebih Aman
Menjaga keamanan makanan tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan sederhana seperti menyimpan bahan mentah dengan benar, segera mendinginkan makanan matang, dan menjaga kebersihan peralatan dapat membantu mengurangi risiko penyakit.
Menggunakan termometer kulkas juga dapat menjadi langkah praktis untuk memastikan suhu penyimpanan tetap sesuai. Dengan pengelolaan dapur yang tepat, makanan keluarga dapat lebih aman dikonsumsi.
Dapur yang sehat bukan hanya soal kebersihan permukaan, tetapi juga bagaimana makanan ditangani sejak dibeli hingga disajikan. Kebiasaan kecil yang dilakukan dengan benar dapat memberikan perlindungan besar bagi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....