Bahaya Alat Dapur Plastik Hitam
- 31 Mar 2026 07:27 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Penggunaan peralatan dapur berbahan plastik hitam kini menjadi sorotan setelah sejumlah penelitian terbaru mengungkap potensi risiko kesehatan yang serius. Produk seperti spatula, sendok, dan wadah makanan yang banyak digunakan masyarakat disebut dapat mengandung zat kimia berbahaya hasil dari proses daur ulang limbah plastik.
Temuan ini merujuk pada studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Chemosphere, yang menemukan bahwa banyak produk plastik hitam berasal dari limbah elektronik seperti televisi dan komputer. Limbah tersebut mengandung bahan kimia penghambat api (flame retardants) yang tidak dirancang untuk kontak langsung dengan makanan.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa zat berbahaya seperti decabromodiphenyl ether (decaBDE) masih ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga. Padahal, bahan ini telah dilarang di sejumlah negara karena dikaitkan dengan risiko kanker, gangguan hormon, serta kerusakan sistem saraf manusia.
Selain itu, proses daur ulang plastik yang tidak terkontrol memungkinkan zat beracun dari limbah elektronik bercampur dalam produk baru, termasuk peralatan dapur. Akibatnya, ketika alat tersebut digunakan pada suhu tinggi, bahan kimia dapat berpindah ke makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Para peneliti juga menemukan bahwa sebagian besar produk plastik hitam yang diuji mengandung jejak bahan kimia berbahaya. Bahkan, paparan zat tersebut dapat terjadi secara terus-menerus dalam jumlah kecil namun terakumulasi di dalam tubuh dalam jangka panjang.
Dampak kesehatan yang ditimbulkan tidak bisa dianggap remeh. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini dikaitkan dengan gangguan perkembangan anak, masalah reproduksi, hingga peningkatan risiko kematian akibat kanker.
Sejumlah ahli menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih peralatan dapur. Alternatif yang lebih aman seperti bahan stainless steel, kayu, atau silikon food-grade direkomendasikan untuk mengurangi risiko paparan zat berbahaya tersebut.
Di sisi lain, para pakar juga menekankan pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap proses daur ulang plastik, khususnya yang berasal dari limbah elektronik. Hal ini dinilai penting untuk melindungi konsumen dari paparan bahan kimia beracun yang tidak terlihat namun berbahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....