Alkohol Bisa Ganggu Usus, Begini Cara Membantu Pemulihannya
- 13 Agt 2026 18:21 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Alkohol berlebihan dapat mengganggu bakteri baik dan melemahkan lapisan pelindung usus.
- Mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol menjadi langkah utama untuk membantu pemulihan tubuh.
- Makanan kaya serat dan fermentasi dapat mendukung kesehatan bakteri di dalam usus.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan melemahkan lapisan pelindung usus. Kondisi ini dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya.
Usus menjadi rumah bagi beragam mikroorganisme yang membantu pencernaan dan menjaga pertahanan tubuh. Lapisan usus menjaga agar zat berbahaya tidak mudah masuk dari pencernaan menuju aliran darah.
Konsumsi alkohol berat dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus. Bakteri baik dapat berkurang, sementara bakteri yang memicu peradangan bisa bertambah.
Saat tubuh memecah alkohol, terbentuk asetaldehida, yaitu zat beracun hasil pengolahan alkohol. Zat ini dapat melemahkan sambungan antarsel yang menjaga lapisan usus tetap rapat.
Jika lapisan itu melemah, racun dari bakteri tertentu dapat lebih mudah masuk ke aliran darah. Racun tersebut kemudian dapat mencapai hati dan ikut memicu peradangan.
Dampak alkohol tidak sama pada setiap orang dan dipengaruhi jumlah serta pola konsumsinya. WHO menyebut sebagian besar dampak alkohol muncul dari konsumsi berat atau minum berlebihan.
Meski begitu, konsumsi dalam jumlah kecil juga tidak sepenuhnya bebas risiko bagi kesehatan. WHO menegaskan risiko meningkat ketika jumlah alkohol yang dikonsumsi semakin besar.
Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol menjadi langkah utama untuk memberi kesempatan tubuh melakukan pemulihan. IARC menemukan penghentian alkohol dapat membantu memperbaiki lapisan usus pada orang dengan masalah ketergantungan alkohol.
Namun, waktu pemulihan dapat berbeda pada setiap orang dan tidak dapat ditentukan dengan satu patokan. Kondisi kesehatan, pola minum, dan lamanya konsumsi alkohol ikut memengaruhi proses tersebut.
Pola makan sehat juga dapat membantu menjaga lingkungan bakteri baik di dalam usus. Sayuran, buah, kacang, dan biji-bijian menyediakan serat yang dibutuhkan bakteri tersebut.
Bakteri usus mengolah serat menjadi zat yang membantu menjaga kesehatan sel pada dinding usus. Karena itu, makanan berserat tetap penting sebagai bagian dari pola makan sehat.
Makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, dan sayuran fermentasi juga menarik perhatian peneliti. Penelitian pada orang sehat menemukan makanan fermentasi meningkatkan keragaman bakteri usus dan menurunkan sejumlah tanda peradangan.
Namun, penelitian makanan fermentasi tersebut tidak khusus dilakukan pada orang dengan kerusakan usus akibat alkohol. Karena itu, makanan fermentasi tidak dapat dianggap sebagai penawar dampak konsumsi alkohol.
Probiotik juga sedang diteliti untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan. Namun, produk tersebut tidak dapat menggantikan manfaat utama dari mengurangi konsumsi alkohol.
Orang yang telah lama mengonsumsi alkohol berat perlu berhati-hati ketika ingin berhenti secara mendadak. NIAAA menyebut gejala putus alkohol dapat berbahaya sehingga sebagian orang membutuhkan pengawasan tenaga medis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....