Satu Minuman Beralkohol per Hari Bisa Picu Risiko Kesehatan

  • 09 Jun 2026 21:36 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Satu minuman beralkohol per hari tetap dapat meningkatkan risiko beberapa kanker.
  • Alkohol dapat merusak DNA, memicu peradangan, dan memengaruhi hormon.
  • Pilihan paling aman adalah mengurangi alkohol atau tidak mengonsumsinya.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Minum alkohol sedikit sering dianggap aman karena masih dalam batas moderasi. Namun, studi baru menunjukkan satu minuman beralkohol per hari tetap dapat meningkatkan sejumlah risiko kesehatan.

Moderasi sering menjadi nasihat umum dalam menjaga gaya hidup sehat. Namun, alkohol menjadi pengecualian karena risikonya tetap muncul meski dikonsumsi dalam jumlah rendah.

Analisis terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation, University of Washington, meninjau data dari 843 studi. Kajian itu mencakup penelitian yang diterbitkan sejak 1961 hingga 2023.

Peneliti menilai hubungan konsumsi alkohol dengan 20 kondisi kesehatan. Kondisi itu mencakup kanker, penyakit hati, gangguan jantung, infeksi, dan penyakit metabolik.

Apa yang Ditemukan Studi Baru Ini?

Studi tersebut menemukan konsumsi alkohol berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah kanker. Kanker yang disebut mencakup payudara, kolorektal, esofagus, laring, rongga mulut, faring, hati, lambung, pankreas, dan prostat.

Risiko juga ditemukan pada pankreatitis, sirosis, penyakit hati kronis, infeksi saluran napas bawah, tuberkulosis, serta fibrilasi atrium. Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung yang dapat memengaruhi aliran darah.

Peneliti juga mencatat risiko kanker meningkat seiring bertambahnya konsumsi alkohol. Artinya, semakin banyak alkohol diminum, semakin besar potensi risikonya.

Benarkah Satu Gelas Saja Tetap Berisiko?

Studi itu menyebut konsumsi rendah, yaitu kurang dari 10 gram alkohol per hari, tetap berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa kanker. Jenis kanker tersebut mencakup faring, kolorektal, laring, rongga mulut, esofagus, payudara, hati, pankreas, dan prostat.

Temuan ini penting karena banyak orang menganggap satu gelas alkohol tidak berdampak besar. Padahal, pada beberapa jenis kanker, risiko dapat muncul bahkan pada tingkat konsumsi rendah.

CDC juga menyebut semua minuman beralkohol, termasuk anggur merah, anggur putih, bir, dan liquor, dapat meningkatkan risiko kanker. CDC menyarankan minum lebih sedikit lebih baik bagi kesehatan.

Bagaimana Alkohol Bisa Meningkatkan Risiko Kanker?

Alkohol dapat meningkatkan risiko kanker melalui beberapa mekanisme biologis. CDC menjelaskan alkohol dapat mengganggu siklus sel, meningkatkan peradangan kronis, dan merusak DNA.

Kerusakan DNA penting karena DNA mengatur cara sel tumbuh dan bekerja. Jika DNA rusak, sel dapat berkembang tidak terkendali dan berubah menjadi kanker.

Alkohol juga dapat meningkatkan kadar hormon estrogen. Kondisi ini berkaitan dengan risiko kanker payudara pada perempuan.

Bagaimana dengan Anggur Merah untuk Jantung?

Anggapan bahwa segelas anggur merah baik untuk jantung masih sering beredar. Namun, bukti terbaru menunjukkan hubungan alkohol dengan kesehatan jantung lebih kompleks.

Studi Nature Health menyebut konsumsi rendah hingga sedang memang pernah dikaitkan dengan risiko lebih rendah pada beberapa penyakit kardiometabolik. Namun, hubungan itu bersifat observasional dan masih dapat dipengaruhi bias.

American Heart Association juga menyatakan bukti tentang manfaat alkohol dosis rendah terhadap jantung terutama berasal dari studi observasional. Karena itu, temuan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mulai minum alkohol.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Orang dengan riwayat kanker, penyakit hati, pankreatitis, atau gangguan irama jantung perlu lebih berhati-hati. Risiko dapat meningkat jika alkohol dikonsumsi bersama kebiasaan merokok atau pola makan buruk.

Pengguna obat resep juga perlu berkonsultasi dengan dokter. CDC menyarankan orang yang mengonsumsi obat resep menanyakan keamanan alkohol kepada tenaga kesehatan.

WHO menyebut alkohol memiliki sifat toksik, psikoaktif, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Beberapa kelompok rentan dapat lebih mudah mengalami dampak negatif alkohol.

Apa Langkah Paling Aman?

Bagi orang yang tidak minum alkohol, tidak ada alasan kesehatan untuk mulai mengonsumsinya. Manfaat potensial yang sering dikaitkan dengan alkohol tidak menghapus risiko kanker dan penyakit lain.

Bagi orang yang sudah minum, mengurangi jumlah dan frekuensi konsumsi menjadi langkah lebih aman. Pilihan terbaik untuk menurunkan risiko adalah minum sesedikit mungkin atau tidak minum sama sekali.

Keputusan ini tidak selalu mudah secara sosial. Namun, dari sisi kesehatan, mengurangi alkohol merupakan langkah sederhana yang dapat memberi dampak besar.

Studi baru memperkuat pesan bahwa alkohol bukan minuman yang bebas risiko. Bahkan satu minuman per hari tetap dapat berkaitan dengan risiko sejumlah kanker dan gangguan kesehatan.

Moderasi sering menjadi kunci dalam pola hidup sehat. Namun, untuk alkohol, pilihan paling aman adalah membatasi konsumsi serendah mungkin atau menghindarinya.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....