Penanganan Kusta di Gorontalo Diperkuat Lewat Pengobatan dan Deteksi Dini
- 25 Jul 2026 13:04 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya pengendalian penyakit kusta di Provinsi Gorontalo terus diperkuat melalui layanan pengobatan dan penemuan kasus secara dini. Meski sempat menghadapi kendala ketersediaan obat, pemerintah memastikan pelayanan bagi pasien tetap berjalan.
Penanggung Jawab Program Pencegahan Kusta Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Zulkarnain Rauf, mengatakan Indonesia sempat mengalami kekurangan stok Multi Drug Therapy (MDT) sebagai obat utama untuk pengobatan kusta sejak akhir tahun 2025.
“Sejak 2025 akhir itu karena Indonesia kebetulan kekurangan stok MDT, stok obat untuk program kusta. Selama ini kita ketergantungan ke WHO untuk penyediaan obat program kusta, tetapi Kementerian Kesehatan sudah berusaha mengadakan sendiri obat program,” ujar Zulkarnain.
Ia menjelaskan, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus kusta tertinggi di dunia setelah India dan Brasil. Kondisi tersebut turut memengaruhi angka prevalensi di sejumlah daerah, termasuk Gorontalo.
“Kalau Gorontalo dari data prevalensi cukup tinggi. Jumlah penduduk kita kecil, tetapi jumlah kasusnya relatif banyak sehingga prevalensinya lumayan tinggi,” tambahnya.
Selain memastikan pengobatan tetap berjalan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango juga memperkuat upaya penemuan kasus melalui program Intensifikasi Case Finding (ICF) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017.
Penanggung Jawab Program Pencegahan Kusta dan Frambusia Dinas Kesehatan Bone Bolango, Elizabeth Nangoy, mengatakan program tersebut melibatkan seluruh petugas kesehatan untuk aktif mencari kasus kusta di masyarakat.
“Di Bone Bolango sendiri kita memiliki program Intensifikasi Case Finding atau ICF. Semua petugas kesehatan melakukan pencarian kasus kusta sedini mungkin sebanyak-banyaknya sehingga penyakit ini bisa ditemukan secara dini, diobati secara dini, dan bisa dicegah,” kata Elizabeth.
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan program ICF selama hampir satu dekade memberikan hasil positif terhadap penemuan kasus di daerah tersebut.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2017 sampai sekarang masih jalan sehingga penemuan kasus kusta di Bone Bolango cukup baik,” pungkasnya.
Melalui penguatan layanan pengobatan dan deteksi dini, pemerintah berharap penularan kusta dapat ditekan, sekaligus mencegah terjadinya kecacatan pada penderita melalui penanganan yang lebih cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....