Sering Mudah Marah? Waspadai Tanda Kekurangan Zat Besi

  • 23 Jul 2026 11:38 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo -Pernah merasa mudah marah atau tiba-tiba kesal tanpa alasan yang jelas? Banyak orang menganggap kondisi tersebut hanya berkaitan dengan stres atau masalah psikologis. Padahal, perubahan suasana hati juga bisa dipengaruhi oleh kondisi fisik, salah satunya karena tubuh kekurangan zat besi.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah atau lemas, tetapi juga dapat memengaruhi kestabilan emosi.

"Bukan baperan, tapi alarm tubuh. Kemungkinan kekurangan zat besi," ujar dr. Cecep.

Menurutnya, zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang memiliki peran penting dalam mendukung fungsi otak. Zat besi dibutuhkan untuk membantu pembentukan neurotransmiter, yaitu dopamin dan serotonin, dua senyawa kimia yang berperan dalam mengatur suasana hati, rasa senang, dan emosi seseorang.

"Otak kita butuh zat besi buat bikin dopamin sama serotonin, dua pengatur perasaan kita. Kalau zat besinya kurang, produksi keduanya bisa ikut terganggu," jelasnya.

Akibatnya, seseorang yang mengalami kekurangan zat besi berpotensi lebih mudah tersinggung, emosinya tidak stabil, hingga merasa cepat lelah secara fisik maupun mental.

Sebagai langkah awal, dr. Cecep membagikan cara sederhana untuk mendeteksi kemungkinan kekurangan zat besi di rumah. Salah satunya dengan menarik kelopak mata bagian bawah dan memperhatikan warna bagian dalamnya.

Jika warna bagian dalam kelopak mata tampak pucat, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda bahwa kadar zat besi atau hemoglobin dalam tubuh rendah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa cara tersebut hanya merupakan pemeriksaan awal dan bukan diagnosis medis.

"Tarik kelopak mata bawahmu, terus lihat bagian dalamnya. Kalau warnanya pucat, itu sinyal buat cek darah ke fasilitas kesehatan. Tapi kalau tidak pucat pun belum tentu aman, jadi tetap periksa kalau keluhannya terasa," ujarnya.

Karena itu, masyarakat tetap disarankan melakukan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada kekurangan zat besi.Perhatikan Pola Makan

Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, dr. Cecep menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi, seperti hati, daging merah, telur, serta berbagai sumber protein hewani lainnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan adanya kebiasaan yang cukup umum dilakukan masyarakat Indonesia, yaitu minum teh atau kopi segera setelah makan. Kebiasaan tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh karena kandungan tanin dan senyawa tertentu pada kedua minuman tersebut.

Meski begitu, pencinta teh dan kopi tidak perlu menghentikan kebiasaan tersebut sepenuhnya. Cukup dengan mengatur waktu konsumsi, misalnya memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan, sehingga penyerapan zat besi dapat berlangsung lebih optimal.

Menjaga asupan zat besi yang cukup tidak hanya penting untuk mencegah anemia, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan otak, kestabilan emosi, serta mendukung aktivitas sehari-hari agar tetap produktif


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....