Dompet di Saku Belakang Picu Nyeri?
- 18 Jun 2026 22:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan menyimpan dompet di saku belakang celana saat duduk ternyata bukan sekadar masalah kenyamanan. Sejumlah penelitian dan laporan medis menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat memengaruhi postur tubuh, menimbulkan tekanan tidak merata pada panggul, hingga memicu keluhan nyeri punggung bawah dan saraf skiatik yang dikenal sebagai wallet sciatica atau wallet neuritis.
Saat seseorang duduk di atas dompet yang tebal, posisi panggul menjadi tidak seimbang karena salah satu sisi tubuh berada lebih tinggi dibanding sisi lainnya. Kondisi ini memaksa tulang belakang melakukan penyesuaian untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jika berlangsung dalam waktu lama dan berulang setiap hari, perubahan posisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada otot, sendi, serta struktur penyangga tulang belakang.
Fenomena ini telah lama dikenal dalam dunia medis. Istilah wallet sciatica pertama kali diperkenalkan dalam laporan medis yang diterbitkan di jurnal JAMA pada tahun 1978. Para dokter menemukan bahwa beberapa pasien yang mengalami nyeri saraf skiatik ternyata memiliki kebiasaan duduk di atas dompet tebal dalam waktu lama. Keluhan mereka berkurang setelah kebiasaan tersebut dihentikan.
Saraf skiatik sendiri merupakan saraf terbesar dalam tubuh manusia yang membentang dari punggung bawah, melewati bokong, hingga ke kaki. Tekanan terus-menerus akibat duduk di atas dompet dapat menyebabkan iritasi atau penekanan pada area sekitar saraf tersebut. Akibatnya, seseorang dapat mengalami nyeri menjalar dari bokong ke tungkai, sensasi kesemutan, rasa terbakar, hingga kelemahan pada kaki yang menyerupai gejala sciatica akibat gangguan tulang belakang.
Sebuah kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Rheumatology Reviews tahun 2018 menjelaskan bahwa penggunaan dompet tebal di saku belakang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kompresi saraf skiatik. Penelitian tersebut melaporkan beberapa kasus pekerja yang mengalami nyeri bokong dan tungkai akibat kebiasaan duduk di atas dompet. Menariknya, gejala berangsur membaik setelah dompet tidak lagi disimpan di saku belakang saat duduk.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak semua orang yang menyimpan dompet di saku belakang otomatis akan mengalami gangguan serius pada tulang belakang. Risiko umumnya meningkat pada mereka yang menggunakan dompet tebal, sering duduk dalam waktu lama, atau memiliki riwayat masalah punggung dan panggul. Oleh karena itu, informasi yang menyebut dompet pasti menyebabkan tulang belakang bengkok perlu dipahami secara proporsional. Yang lebih tepat adalah dompet dapat meningkatkan ketidakseimbangan postur dan memperbesar risiko munculnya keluhan muskuloskeletal.
Kelompok yang paling rentan mengalami kondisi ini adalah pekerja kantoran, pengemudi, maupun individu yang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk. Selain dompet, benda lain seperti ponsel, kunci, atau benda keras yang disimpan di saku belakang juga berpotensi menimbulkan tekanan serupa apabila diduduki dalam waktu lama.
Untuk mencegah gangguan tersebut, para ahli menyarankan agar dompet dipindahkan ke saku depan atau tas sebelum duduk dalam waktu lama. Menggunakan dompet yang lebih tipis, menjaga posisi duduk tetap tegak, serta rutin melakukan peregangan juga dapat membantu mengurangi tekanan pada panggul dan saraf skiatik. Langkah sederhana ini dinilai efektif menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....