Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Gorontalo Terus Menurun

  • 12 Jun 2026 16:13 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Capaian tersebut menjadi indikator positif dari berbagai program percepatan penurunan stunting yang dijalankan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait.

Capaian ini terungkap dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Pelaporan Data Intervensi Stunting pada Aplikasi Konvergensi Bangda Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kamis 11 Juni 2026.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gorontalo, Rismawati Arsyad, mengatakan jumlah keluarga berisiko stunting turun dari 25.700 keluarga pada 2023 menjadi 15.289 keluarga pada 2024. Angka tersebut kembali menurun menjadi 13.792 keluarga pada 2025.

Menurut Rismawati, penurunan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan penyuluh keluarga berencana dalam menjalankan berbagai program intervensi.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa berbagai intervensi yang dilakukan mulai memberikan hasil. Namun upaya percepatan penurunan stunting harus terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ujar Rismawati.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Gorontalo masih menghadapi tantangan untuk menekan prevalensi stunting yang pada 2025 tercatat sebesar 28 persen. Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan angka tersebut turun menjadi 24 persen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur menegaskan pentingnya kualitas data dalam mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting. Menurutnya, data yang valid menjadi dasar utama dalam menentukan kebijakan dan sasaran intervensi.

“Keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kualitas data yang dilaporkan. Karena itu, seluruh operator harus memastikan data yang diinput valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sugondo.

Kegiatan tersebut diikuti operator puskesmas, kecamatan, sekretaris kecamatan, serta operator balai dari seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai tata cara penginputan dan pelaporan data pada Aplikasi Konvergensi Bangda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....