Suplemen yang Sering Diabaikan Ini Bisa Bantu Jaga Jantung dan Daya Ingat
- 09 Jun 2026 13:38 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Flavanol kakao dikaitkan dengan fungsi pembuluh darah dan sirkulasi.
- Studi COSMOS menemukan potensi penurunan kematian akibat penyakit kardiovaskular.
- Flavanol kakao berbeda dengan cokelat manis tinggi gula.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Beberapa suplemen populer sering menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap bugar. Namun, ada satu senyawa dari kakao yang mulai dilirik karena manfaatnya bagi jantung dan daya ingat.
Minyak ikan, vitamin D, dan kreatin lebih sering dikenal masyarakat. Padahal, flavanol kakao juga memiliki potensi penting untuk kesehatan jangka panjang.
Flavanol kakao adalah senyawa bioaktif yang ditemukan secara alami dalam biji kakao. Senyawa ini diteliti karena berkaitan dengan fungsi pembuluh darah dan sirkulasi tubuh.
Sumber: https://www.mensjournal.com/food/sports-nutritionist-cocoa-flavanols-supplement-heart-and-brain-health
Fungsi pembuluh darah yang baik membantu aliran darah berjalan lebih lancar. Kondisi ini juga mendukung pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh.
Apa Itu Flavanol Kakao?
Flavanol kakao merupakan bagian dari kelompok flavan-3-ol. Senyawa ini juga ditemukan dalam beberapa pangan nabati seperti teh, apel, beri, dan anggur.
Pada kakao, flavanol banyak dikaitkan dengan kesehatan pembuluh darah. Proses pengolahan cokelat dapat menurunkan kandungan flavanol dalam produk akhir.
Karena itu, manfaat flavanol tidak otomatis sama dengan makan cokelat manis. Banyak produk cokelat komersial mengandung gula, lemak, dan kalori tinggi.
Mengapa Suplemen Ini Dikaitkan dengan Jantung?
Flavanol kakao dapat membantu tubuh mendukung produksi oksida nitrat. Oksida nitrat berperan dalam membantu pembuluh darah lebih rileks dan melebar.
Pembuluh darah yang lebih rileks dapat membantu sirkulasi berjalan lebih baik. Hal ini menjadi alasan flavanol kakao banyak dibahas dalam konteks kesehatan kardiovaskular.
Ahli gizi olahraga Marie Spano, MS, RD, CSSD, CSCS, ISAK-2, menyebut senyawa ini penting bagi pria usia 40 tahun ke atas. Menurutnya, flavanol kakao menyasar dua prioritas utama, yaitu jantung dan otak.
“Bagi pria berusia 40 tahun ke atas, flavanol kakao mengatasi dua prioritas kesehatan jangka panjang yang paling penting: kesehatan jantung dan otak,” kata Spano.
| Baca juga: Kaki Kesemutan Sebelah? Waspada! |
Bagaimana Pengaruhnya pada Daya Ingat?
Flavanol kakao juga dikaitkan dengan dukungan terhadap fungsi kognitif. Aliran darah yang baik dapat membantu kerja otak dan fungsi neuron.
Spano menyebut flavanol kakao menawarkan dukungan klinis untuk fungsi kardiovaskular dan kognitif. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dipahami sebagai dukungan, bukan pengganti pengobatan.
Sejumlah kajian membahas hubungan kakao, flavanol, dan performa kognitif. Efeknya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung usia, dosis, pola makan, dan kondisi kesehatan.
Bukti Penelitian tentang Flavanol Kakao
Salah satu studi besar adalah COSMOS atau COcoa Supplement and Multivitamin Outcomes Study. Studi ini melibatkan lebih dari 21.000 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas.
Hasil yang dipublikasikan di PubMed menyebut suplemen ekstrak kakao tidak menurunkan total kejadian kardiovaskular secara signifikan. Namun, studi itu melaporkan penurunan kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 27 persen.
Temuan ini menunjukkan adanya potensi manfaat, tetapi belum menjadi bukti mutlak. Peneliti juga menyebut penelitian lanjutan masih diperlukan.
Berapa Dosis yang Banyak Dibahas?
Kajian dari Academy of Nutrition and Dietetics membahas asupan flavan-3-ol sebanyak 400 sampai 600 miligram per hari. Rentang ini dikaitkan dengan perlindungan kardiometabolik berdasarkan bukti moderat.
Beberapa produk suplemen kakao menawarkan sekitar 500 miligram flavanol kakao per hari. Namun, konsumen tetap perlu membaca label dan memperhatikan komposisi tambahan.
Suplemen juga tidak boleh digunakan sembarangan. Orang dengan penyakit kronis atau konsumsi obat rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Jangan Samakan dengan Cokelat Manis
Flavanol kakao berbeda dengan cokelat manis yang umum dijual di pasaran. Cokelat manis sering mengandung gula dan lemak dalam jumlah tinggi.
Semakin banyak proses pengolahan, kandungan flavanol bisa makin berkurang. Karena itu, manfaat kakao tidak bisa disamakan pada semua produk cokelat.
Jika ingin mendapatkan flavan-3-ol dari makanan, pilih sumber yang lebih sehat. Contohnya teh, apel, beri, kakao rendah gula, dan pangan nabati lain.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Orang dengan gangguan jantung, tekanan darah, diabetes, atau penyakit hati perlu lebih hati-hati. Suplemen tertentu dapat berinteraksi dengan obat atau kondisi medis.
Ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia juga sebaiknya berkonsultasi sebelum mengonsumsi suplemen. Dosis yang aman dapat berbeda pada setiap orang.
Konsumen juga perlu memperhatikan kandungan kafein pada produk kakao. Sebagian orang lebih sensitif terhadap kafein dan dapat mengalami gangguan tidur.
Suplemen yang dimaksud adalah flavanol kakao. Senyawa ini mulai menarik perhatian karena potensinya dalam mendukung kesehatan jantung, pembuluh darah, dan daya ingat.
Meski menjanjikan, flavanol kakao bukan solusi tunggal untuk kesehatan. Pola makan seimbang, olahraga, tidur cukup, dan pemeriksaan medis tetap menjadi dasar utama.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....