Bahaya Tidur Kurang Dari 6 Jam
- 01 Jun 2026 09:42 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Di era modern yang sekarng ini lagi maraknya penggunaan gadget, orang-orang tak lagi memikirkan kesehatan tubuh dan pikiran. Mereka mengabaikan kebutuhan tidur karena disibukkan dengan scrolling sosial media, pekerjaan maupun tugas sekolah serta kebiasaan begadang. Akibatnya tidur tidak sampai memenuhi dari 6 jam yang ditargetkan. Kurang tidur secara umum, pada orang dewasa, mengacu pada durasi tidur yang lebih pendek daripada kebutuhan dasar rata-rata yaitu 7 hingga 8 jam per malam.
Sebagaimana yang telah dikampanyekan oleh Indian Society for Sleep Research (ISSR) "Kurang Tidur Berbahaya bagi Kesehatan” adalah kampanye prioritas yang dimulai pada 10 September 2025 oleh Indian Society for Sleep Research (ISSR) tujuan utama untuk mengkomunikasikan kepada setiap individu dari muda hingga tua bahwa tidur sangat penting untuk kesehatan. Ketika seseorang tidur kurang dari 6 jam secara terus-menerus, tubuh mengalami kondisi yang disebut sebagai deprivasi tidur atau kekurangan tidur. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari kelelahan hingga penurunan fungsi kognitif.
Dampak Tdur Kurang dari 6 Jam
1. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes
Tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Kurang tidur dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan memengaruhi kerja jantung. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya.
2. Meningkatkan risiko gangguan mental
Kebiasaan tidur kurang dari 6 jam apabila berlangsung dalam jangka waktu yang panjang,dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Hal ini terjadi karena kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan zat kimia di dalam otak yang berperan dalam mengatur emosi.
3. Mudah stres dan emosional
Kurangnya waktu tidur membuat kadar hormon stres tidak teratur, kadar hormon stres yang naik turun membuat orang merasa cemas dan tertekan akibatnya mengubah suasana hati lebih cepat tersinggung, mudah marah dan sulit mengendalikan emosi.
4. Mengurangi daya konsentrasi.
Ketika durasi tidur tidak memenuhi 6 jam atau lebih, maka sel-sel dan jaringan otak akan lebih cepat rusak dan fungsi otak terganggu maka hal yang akan dirasakan lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi, sebaliknya ketika durasi tidur cukup jaringan sel-sel yang ada di otak akan mengalami perbaikan regenarasi yang akan memperkuat ingatan atau daya ingat,
Cara Mengatasi Kebiasaan Kurang Tidur
Untuk menjaga kreativitas dan mood tetap optimal, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
1. Menetapkan jadwal tidur yang teratur setiap hari.
2. Menghindari penggunaan ponsel atau perangkat elektronik sebelum tidur.
3. Mengurangi konsumsi kafein pada malam hari.
4. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang.
5. Melakukan olahraga secara rutin.
6. Mengelola stres dengan baik melalui relaksasi atau meditasi.
Tidur kurang dari 6 jam dapat memberikan dampak negatif terhadap kreativitas dan mood seseorang. Kurangnya waktu tidur menyebabkan penurunan konsentrasi, kemampuan berpikir inovatif, serta kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, kurang tidur juga dapat memicu perubahan suasana hati, meningkatkan stres, dan menurunkan motivasi. Oleh karena itu, menjaga kualitas dan kuantitas tidur yang cukup merupakan langkah penting untuk mendukung kesehatan mental, meningkatkan kreativitas, dan menjaga produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan tidur yang cukup, otak dapat bekerja lebih optimal sehingga seseorang mampu berpikir lebih kreatif, memiliki suasana hati yang lebih stabil, serta menjalani aktivitas dengan lebih baik
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....