Cakupan Imunisasi Rendah, Kasus Campak Masih Terjadi di Gorontalo
- 23 Apr 2026 21:16 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu penyebab masih ditemukannya kasus campak di Provinsi Gorontalo. Hal ini diungkapkan Penanggung Jawab Imunisasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Relik Parendeng.
Menurutnya, sebagian besar kasus campak terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap. Bahkan, dari data yang ada, hanya sebagian kecil anak yang sudah diimunisasi, itu pun tidak sesuai jadwal lengkap.
“Kasus campak yang terjadi didominasi oleh anak-anak yang belum diimunisasi atau imunisasinya tidak lengkap,” ujarnya kepada RRI pada Kamis 23 April 2026.
Relik menjelaskan, imunisasi campak idealnya diberikan saat anak berusia 9 bulan. Namun, kasus juga banyak ditemukan pada bayi di bawah usia tersebut, yang tertular dari lingkungan sekitar, terutama orang dewasa yang membawa virus tanpa gejala.
| Baca juga: Waspada Virus Tikus Mematikan |
Kondisi ini diperparah dengan cakupan imunisasi campak di Gorontalo yang masih jauh dari target nasional sebesar 95 persen. Selain rendah, distribusi cakupan imunisasi juga belum merata di setiap wilayah.
Padahal, cakupan imunisasi yang tinggi dan merata sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, yang tidak hanya melindungi individu, tetapi juga masyarakat secara luas.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo pun terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak, guna mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....