Edukasi KB Mantap Diperkuat, Tekan Kehamilan Berisiko dan Kematian Ibu

  • 17 Apr 2026 07:27 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Upaya pencegahan kehamilan dan persalinan berisiko terus digencarkan tenaga kesehatan di Gorontalo melalui edukasi kontrasepsi mantap atau metode ikat kandungan. Langkah ini dilakukan sebagai respons meningkatnya angka kematian ibu dalam beberapa waktu terakhir. Edukasi tersebut menyasar pasangan suami istri, khususnya yang memiliki risiko tinggi dalam kehamilan. Namun di lapangan, masih ditemukan penolakan dari sebagian masyarakat karena berbagai alasan, termasuk faktor pemahaman dan kekhawatiran terhadap prosedur medis.

Dokter Spesialis Kandungan, dr. Maimun Ihsan, menjelaskan kontrasepsi mantap merupakan salah satu metode efektif untuk mencegah kehamilan berisiko, terutama bagi ibu dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Edukasi ini bertujuan melindungi keselamatan ibu, khususnya yang memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi atau berisiko mengalami pendarahan,” ucap dr. Maimun Ihsan.

Ia menegaskan pemberian edukasi dilakukan secara persuasif tanpa adanya paksaan. Keputusan tetap berada di tangan pasangan suami istri setelah mendapatkan informasi yang cukup.

“Kami hanya memberikan pemahaman, tidak ada unsur pemaksaan dalam memilih metode kontrasepsi,” kata dr. Maimun Ihsan.

Dari perspektif Hak Asasi Manusia, pendekatan edukatif tersebut dinilai tidak melanggar selama tidak disertai tekanan. Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, menyebut negara memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan masyarakat, khususnya kaum ibu.

“Edukasi yang dilakukan tenaga kesehatan tidak melanggar HAM selama sifatnya tidak memaksa,” ucap Sarton Dali kepada RRI, Jumat 17 April 2026.

Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa angka kematian ibu di Gorontalo masih tergolong tinggi. Hingga Maret 2026, tercatat 14 kasus kematian ibu, yang sebagian besar disebabkan kondisi berisiko seperti hipertensi dan pendarahan.

“Negara hadir untuk memastikan keselamatan masyarakat, sehingga penting bagi masyarakat memahami risiko kehamilan dan mengambil langkah pencegahan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi tenaga kesehatan dan pemerintah, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga angka kematian ibu dapat ditekan secara signifikan di Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....