Deteksi Aktif Digenjot, Dinkes Perkuat Penemuan Kasus TBC

  • 30 Mar 2026 12:53 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo terus mengintensifkan upaya penemuan kasus penyakit di tengah masyarakat melalui strategi deteksi aktif. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan dasar pasca berbagai tantangan di lapangan yang dihadapi masing-masing daerah.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dolvi Sumaraw menjelaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengoptimalkan penanganan kasus di seluruh wilayah kabupaten dan kota.

“Upaya kolaboratif yang kami lakukan dengan teman-teman Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota sudah sangat maksimal walaupun memang banyak kendala-kendala teknis di lapangan mungkin berbeda setiap kabupaten. Yang sudah kami lakukan yang pertama kami itu melakukan penemuan kasus aktif, yang dulunya kan kita mengenal nanti orang sakit datang di Puskesmas atau Rumah Sakit, nah sekarang kita lakukan secara aktif dengan screening,” ucapnya.

Ia menuturkan, pendekatan ini mengubah pola layanan dari pasif menjadi proaktif, dengan langsung menyasar masyarakat melalui kegiatan skrining kesehatan di tingkat bawah.

“Jadi kita lakukan teman-teman di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota turun secara bersama dengan teman-teman yang ada di posyandu mereka melakukan screening dan screening ini dilakukan dengan bersama juga dengan ada namanya kan cek kesehatan gratis (CKG) jadi bersamaan kita lakukan dan kalau ada pasien yang terduga ataupun pasiennya batuk-batuk itu segera dilakukan pemeriksaan secara gratis dimasing-masing Faskes yang sudah memiliki alat diagnosisi,” jelas Dolvi Sumaraw

Selain itu, penguatan peran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Dinas Kesehatan menggandeng pemerintah desa untuk mengaktifkan program Desa Siaga sebagai garda terdepan dalam pemantauan kondisi kesehatan warga.

“Yang kedua juga kita bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan saat ini sudah ada yang namanya Desa Siaga dan kita berdayakan itu kader-kadernya, dan kader-kader ini sebagai ujung tombak yang membantu Puskesmas. Kader ini memantau jika ada masyarakat yang batuk yang tidak sembuh-sembuh maka kader ini yang mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas,” tambahnya.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganan pasien menjadi lebih efektif serta mampu menekan risiko penularan di masyarakat. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....