Kasus TB Masih Tinggi, Dinkes Tekankan Deteksi Dini
- 24 Mar 2026 12:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Dinas Kesehatan Kota Gorontalo terus mengingatkan pentingnya langkah preventif dalam menekan penyebaran penyakit tuberkulosis (TB) yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kejadian cukup tinggi di daerah tersebut, Senin (23/03/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Harson Ahudulu, mengatakan bahwa upaya pencegahan TB menjadi prioritas, sejalan dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama dalam memutus rantai penularan sejak dini.
“Langkah preventif atau upaya pencegahan TB memang menjadi salah satu prioritas, di mana diharapkan sejak awal kita bisa mencegah terjadinya penularan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Preventif ini meliputi diagnosis awal agar masyarakat bisa mendeteksi penyakit TB sejak dini,” ucap Harson.
Ia menjelaskan, salah satu gejala awal TB yang perlu diwaspadai adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak kunjung sembuh. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi TB apabila tidak segera ditangani dengan baik.
“TB ini diawali dari batuk lebih dari dua minggu yang tidak diobati. Jika terus berlanjut dan semakin parah, apalagi didukung perilaku hidup tidak sehat, lingkungan yang tidak sehat, pola makan yang buruk, serta kurang istirahat, maka ini bisa menjadi pemicu awal terjadinya TB di masyarakat,” kata Harson.
Menurutnya, diagnosis dini menjadi kunci utama dalam pencegahan, disertai dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Diagnosis awal sangat penting, kemudian bagaimana kita menerapkan pola hidup bersih dan sehat, ini merupakan kunci awal pencegahan TB. Kami berharap masyarakat benar-benar memahami dan melaksanakan hal ini,” tambahnya.
Harson juga mengungkapkan bahwa tingkat penyebaran TB di Kota Gorontalo masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kita tahu TB di Kota Gorontalo masih merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kejadian cukup tinggi. Dari 100 orang yang berkumpul, hampir bisa dipastikan ada satu sampai dua penderita TB. Ini tentu sangat tidak baik bagi status kesehatan masyarakat,” tegasnya. (RA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....