Pemerintah Daerah Apresiasi Kolaborasi BKKBN-BI Cegah Stunting di Gorontalo
- 12 Mar 2026 13:42 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengapresiasi kolaborasi Perwakilan BKKBN Gorontalo dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dalam mendukung upaya pencegahan stunting di daerah. Apresiasi tersebut disampaikannya saat menghadiri launching program literasi bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah dengan slogan Lebegacor, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, selasa 10 maret 2026.
Menurut Idah, BKKBN Gorontalo selama ini terus menjadi motor penggerak berbagai program percepatan penurunan stunting. Ia juga menilai keterlibatan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo merupakan bentuk dukungan nyata yang memperkuat upaya kolaboratif lintas sektor dalam penanganan stunting ke depan. Kolaborasi dua lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi keluarga sekaligus literasi keuangan yang baik.
“Permasalahan stunting itu adalah tanggung jawab kita bersama. Stunting tidak bisa dikerjakan dalam sekejap, tidak bisa bantuan itu hanya sekali, karena ini berhubungan dengan kesehatan, kecerdasan, dari anak tersebut. Untuk itu harus ada gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor,” kata Idah.
“Semoga kolaborasi antara BKKBN dengan lintas sektor seperti BI dan pemerintah daerah dapat terus dilanjutkan oleh pimpinan BKKBN ke depan. Apalagi stunting ini adalah program nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Apresiasi atas kerja sama BKKBN Gorontalo dan Bank Indonesia juga datang dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus mengatakan, meski angka stunting di Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren penurunan dari 34,8 persen menjadi 28,2 persen pada tahun 2025, presentase tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yakni sebesar 19,8 persen. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi para pemangku kepentingan.
“Di sisi lain kami juga masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat. Ada 15.289 keluarga berisiko stunting yang harus diintervensi secara sistematis, terintegrasi, dan terpadu. Dengan adanya program dari BKKBN dan BI, ini sangat membantu kami dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo,” tuturnya.
Melalui program literasi bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah yang memadukan edukasi pencegahan stunting dan kecintaan terhadap rupiah, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan keluarga sekaligus pengelolaan keuangan yang baik. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting di Gorontalo serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....