Diet Mediterania Dapat Menurunkan Risiko Stroke
- 03 Mar 2026 08:24 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Studi baru menunjukkan diet Mediterania berkaitan dengan risiko stroke yang lebih rendah pada perempuan. Peneliti menemukan manfaat ini terlihat pada stroke iskemik dan hemoragik.
Temuan ini dilaporkan pada Selasa, 4 Februari 2026, di jurnal Neurology Open Access. Peneliti menyebut pola makan sehat penting untuk pencegahan stroke.
Peserta dengan kepatuhan tertinggi memiliki risiko stroke total 18 persen lebih rendah. Risiko stroke iskemik turun 16 persen dan Risiko stroke hemoragik turun 25 persen.
Di bulan Ramadan, temuan ini relevan untuk pengaturan menu sahur dan berbuka. Momentum puasa dapat membantu membentuk pola makan yang lebih teratur.
| Baca juga: Manfaat Pare bagi kesehatan Tubuh |
Pola makan ala Mediterania bisa diterapkan secara sederhana selama Ramadan. Menu dapat berisi sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Masyarakat juga dapat mengurangi makanan olahan dan minuman manis berlebih.
Peneliti senior Sophia Wang memimpin studi ini di City of Hope Comprehensive Cancer Center. Ia mengatakan,
“Temuan kami mendukung bukti bahwa diet sehat penting untuk pencegahan stroke.” Wang juga menyoroti temuan pada stroke hemoragik yang masih jarang diteliti.
Tim menganalisis data studi jangka panjang terhadap guru di California. Studi ini melibatkan lebih dari 133.000 instruktur dan administrator perempuan. Kesehatan peserta dipantau sejak 1995.
Saat masuk penelitian, seluruh peserta mengisi kuesioner diet yang rinci. Peneliti memberi skor 0 sampai 9 untuk menilai kepatuhan diet Mediterania. Sekitar 30 persen peserta masuk kelompok skor tertinggi.
Diet Mediterania menekankan buah, sayur, biji utuh, kacang, polong, dan minyak zaitun. Ikan dan makanan laut dianjurkan setidaknya dua kali seminggu. Daging merah, makanan olahan, dan minuman manis dibatasi.
Selama tindak lanjut rata-rata 21 tahun, hampir 4.100 kasus stroke tercatat. Tim kemudian membandingkan kelompok kepatuhan tertinggi dan terendah.
Pada stroke iskemik, kelompok tertinggi mencatat 1.058 kasus dari 31.638 peserta. Kelompok terendah mencatat 395 kasus dari 13.204 peserta. Pola ini mendukung kaitan antara kepatuhan diet dan risiko stroke.
Pada stroke hemoragik, kelompok tertinggi mencatat 211 kasus. Kelompok terendah mencatat 91 kasus. Analisis lanjutan tetap menunjukkan perbedaan risiko yang bermakna.
Setelah faktor risiko lain diperhitungkan, diet Mediterania tetap menunjukkan kaitan yang signifikan. Hasil ini memperkuat nilai pencegahan melalui perbaikan pola makan harian.
Selama Ramadan, pola makan sehat tetap perlu disertai kontrol hipertensi, diabetes, dan faktor risiko lain. Pola makan sehat tidak menggantikan pengobatan atau anjuran tenaga medis. Temuan ini dapat menjadi pengingat untuk menjaga pilihan menu lebih seimbang.
Wang mengatakan stroke menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan. Ia menilai perbaikan pola makan dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini. Ia juga meminta studi lanjutan untuk memahami mekanisme biologisnya.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....