Studi: Kurang Gerak Naikkan Stres di Usia Paruh Baya

  • 13 Feb 2026 16:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Studi baru menegaskan, kurang gerak memicu stres di usia paruh baya. Peneliti menemukan risiko stres kronis naik sampai 18 persen pada orang yang jarang olahraga.

Studi ini akan terbit pada edisi Februari jurnal Psychoneuroendocrinology. Peneliti menilai olahraga rutin melindungi tubuh dari dampak stres jangka panjang.

Tim peneliti melacak lebih dari 3.300 orang dewasa di Finlandia, usia mereka berada pada rentang 31 sampai 46 tahun. Mereka ikut dalam proyek penelitian kesehatan jangka panjang.

Peneliti membandingkan aktivitas peserta dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia. WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas sedang hingga berat tiap minggu.

Aktivitas sedang mencakup jalan cepat, bersepeda pelan, yoga aktif, atau tenis ganda. Aktivitas itu juga bisa berupa menari baris dan pekerjaan halaman umum.

Aktivitas berat mencakup jogging, berenang, atau bersepeda cepat. Kelas olahraga seperti aerobik langkah dan kickboxing juga termasuk aktivitas berat.

Peserta dengan aktivitas rendah sejak dewasa muda memiliki risiko stres kronis lebih tinggi 18 persen. Kelompok yang aktivitasnya menurun menuju paruh baya menghadapi kenaikan risiko 10 persen.

Peneliti melihat pola sebaliknya pada peserta yang tetap aktif. Kelompok yang makin aktif dari waktu ke waktu menunjukkan tingkat stres lebih rendah.

Peneliti utama Maija Korpisaari berkata, “Aktivitas fisik penting di setiap tahap kehidupan.” Ia menambahkan, “Olahraga teratur membantu tubuh menghadapi stres sampai usia paruh baya.”

Tim peneliti meminta riset lanjutan untuk menguatkan hubungan temuan ini. Mereka juga ingin memahami cara aktivitas fisik menurunkan stres pada tubuh.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....