Ramuan Herbal Turunkan Tekanan Darah dan Bantu Tidur

  • 24 Agt 2025 07:04 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Mencari cara alami untuk tidur lebih nyenyak dan menurunkan tekanan darah? Ramuan kamomil bisa jadi solusinya.

Dilansir dari Independent (22/08/2025), Kamomil sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno sebagai ramuan menenangkan. Tanaman ini dikenal mampu membuat tubuh lebih rileks.

Ramuan ini mengandung apigenin, senyawa yang memberi efek menenangkan. Efeknya membuat peminumnya merasa lebih cepat mengantuk.

“Chamomile pada dasarnya bertindak sebagai obat penenang ringan. Minuman itu benar-benar akan membantu Anda tidur,” ujar Beth Czerwony, ahli gizi Cleveland Clinic.

Selain membantu tidur, teh kamomil juga menurunkan tekanan darah. Efek menenangkan pada pembuluh darah dapat mengurangi risiko serangan jantung.

Bunga mirip aster ini kaya kalium dan kalsium. Kalium menjaga sistem saraf, tulang, dan mengatur detak jantung, menurut UCLA Health.

Menurut American Heart Association, konsumsi kalium cukup dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi akibat pola makan tinggi garam.

Secangkir teh kamomil mengandung sekitar 21 mg kalium, menurut University of Rochester Medical Center. Meski kecil, tetap memberi manfaat.

Selain itu, kalsium dalam kamomil penting menjaga tulang, gigi, otot, dan saraf, menurut Mayo Clinic.

Nutrisi dalam kamomil juga memiliki sifat anti-inflamasi. Memorial Sloan Kettering Cancer Center menyebutnya bisa melindungi dari penyakit kronis.

Menurut Harvard Medical School, konsumsi teh kamomil bahkan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Peneliti di Universitas Leeds menemukan senyawa kamomil membantu mengendalikan, bahkan mencegah, diabetes.

Namun, American Academy of Family Physicians mengingatkan ibu hamil sebaiknya menghindari kamomil karena bisa memicu persalinan prematur.

Untuk kebanyakan orang, teh ini aman dikonsumsi. Cukup satu atau dua cangkir sehari untuk merasakan manfaatnya.

“Teh kamomil sangat aman, jadi jika bermanfaat bagi Anda, tidak ada alasan untuk berhenti meminumnya,” kata Suzanna Zick, profesor riset Universitas Michigan, kepada LiveScience.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....