Capcom Kembangkan "REX" untuk Membawa RE Engine ke Era AI

  • 04 Okt 2026 19:34 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Raksasa game asal Jepang, Capcom tengah menyiapkan pengembangan RE Engine untuk menghadapi kebutuhan pengembangan game di era kecerdasan buatan (AI). Rencana tersebut dibahas dalam konferensi teknologi Capcom Open Conference RE: 2026 yang digelar pada 2 Oktober 2026.

Laporan GameBiz menyebutkan, Programmer Capcom, Satoshi Ishida memaparkan proyek REX melalui presentasi “The Outlook and Future of the REX Project, Further Evolving the RE Engine for the Next Generation”.

"REX" merupakan proyek pengembangan bertahap yang dirancang untuk membawa RE Engine menuju generasi berikutnya. Capcom tidak berencana mengganti RE Engine secara keseluruhan, melainkan mengembangkannya secara bertahap dengan mengintegrasikan teknologi baru.

Ishida menjelaskan terdapat tiga persoalan utama dalam pengembangan game yang ingin diatasi melalui "REX". Persoalan tersebut mencakup ukuran game yang semakin besar, kebutuhan agar engine lebih mudah digunakan oleh banyak pengembang, serta integrasi AI dalam alur kerja pengembangan.

"REX" kemudian dikembangkan untuk meningkatkan berbagai aspek pengembangan game. Beberapa di antaranya mencakup efisiensi kerja, performa, perangkat pengembangan, serta proses jaminan kualitas.

Capcom juga menyiapkan sejumlah teknologi "REX" yang akan tersedia secara open-source untuk membantu proses pelatihan AI. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Capcom mengembangkan teknologi yang dapat bekerja lebih baik bersama sistem AI.

Dalam jangka panjang, Capcom ingin mengembangkan RE Engine menjadi “AI-generation game engine” melalui berbagai peningkatan dalam proyek "REX". Konsep tersebut diarahkan agar AI dapat lebih mudah memahami sistem pengembangan, termasuk membantu pekerjaan yang berkaitan dengan pemrograman dan pengujian game.

REX juga akan menggunakan pendekatan pemrograman yang lebih umum agar sistemnya lebih mudah dipahami oleh manusia maupun AI. Dengan demikian, Capcom membayangkan proses pengembangan ketika pengembang dapat bekerja bersama AI untuk menyelesaikan berbagai tugas.

Penggunaan AI tersebut lebih diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan daripada menghasilkan aset atau konten game secara otomatis. Capcom sebelumnya juga menyatakan tidak akan memasukkan aset yang dibuat menggunakan AI ke dalam konten game, meski teknologi tersebut tetap akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses pengembangan.

Dengan proyek "REX", Capcom secara bertahap mempersiapkan RE Engine untuk kebutuhan pengembangan game berikutnya. Pengembangan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana perusahaan mulai mengarahkan teknologi internalnya agar dapat mendukung kolaborasi antara pengembang dan AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....