Spesies Tumbuhan Baru Ditemukan di Lereng Selatan Semeru

  • 29 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kekayaan hayati Indonesia kembali bertambah dengan ditemukannya satu spesies tumbuhan baru dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Clerodendrum ismaili H.Sant. & Sudarmono dan diketahui berasal dari kawasan Ranu Darungan, di lereng selatan Gunung Semeru.

Penemuan ini secara resmi diperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan melalui jurnal Phytotaxa yang terbit pada 15 September 2026. Penelitian berjudul “Clerodendrum ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia” dilakukan oleh Heri Santoso, Toni Artaka, Hoirul Ismy, dan Sudarmono.

Tumbuhan yang termasuk dalam famili Lamiaceae tersebut pertama kali ditemukan oleh tim peneliti di kawasan Ranu Darungan pada Februari 2026. Setelah penemuan awal, spesimen kemudian menjalani serangkaian pengamatan dan identifikasi, termasuk kajian terhadap karakter morfologi untuk memastikan statusnya sebagai spesies yang berbeda dari kerabat yang telah dikenal sebelumnya.

Dilansir dari GNFI, berdasarkan hasil pengamatan lapangan, Clerodendrum ismaili sejauh ini diketahui hanya tumbuh di kawasan hutan pada lereng selatan Gunung Semeru. Habitatnya berada pada ketinggian sekitar 825 hingga 950 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan tersebut ditemukan di bawah tutupan tajuk hutan yang rapat. Lingkungannya cenderung teduh dan lembap, dengan kondisi yang menjadi bagian dari karakter habitat hutan sub-pegunungan di kawasan Ranu Darungan.

Secara fisik, Clerodendrum ismaili merupakan tumbuhan perdu berukuran cukup besar. Tingginya dapat mencapai sekitar 1,7 hingga 2,4 meter. Tumbuhan ini memiliki daun berukuran relatif besar dengan bagian tepi yang hampir rata.

Bagian pangkal daun memiliki bentuk membulat hingga terpotong. Sementara itu, bunga berwarna putih hingga krem dan tersusun dalam perbungaan yang tumbuh tegak di bagian ujung batang.

Salah satu ciri yang menjadi perhatian peneliti adalah keberadaan lapisan rambut atau indumentum pada bagian bunga. Karakter tersebut, bersama sejumlah ciri lainnya, membantu peneliti membedakan C. ismaili dari spesies Clerodendrum yang memiliki hubungan kekerabatan dekat.

Perbedaan juga ditemukan pada bentuk dan tepi daun, karakter pangkal daun, susunan perbungaan, serta struktur lapisan rambut pada bagian bunga. Seluruh karakter tersebut kemudian dianalisis secara bersama-sama, baik karakter vegetatif maupun reproduktif.

Penetapan suatu tumbuhan sebagai spesies baru tidak hanya dilakukan berdasarkan perbedaan bentuk yang tampak secara kasatmata. Para peneliti harus melakukan perbandingan secara menyeluruh dengan spesies yang sebelumnya telah diketahui.

Proses tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa karakter yang ditemukan benar-benar menunjukkan adanya perbedaan yang konsisten dan dapat menjadi dasar ilmiah dalam menetapkan jenis baru.

Penemuan Clerodendrum ismaili sekaligus menambah catatan mengenai keanekaragaman tumbuhan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Keberadaan spesies yang sejauh ini diketahui terbatas di lereng selatan Semeru juga menunjukkan pentingnya kawasan hutan sebagai habitat bagi berbagai jenis tumbuhan yang belum banyak diketahui.

Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan mengenai kekayaan flora Indonesia, sekaligus memperkuat pentingnya penelitian dan pendokumentasian keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....