KKN Tematik UNG Petakan Kebutuhan Infrastruktur Desa Tunggulo

  • 17 Sep 2026 08:18 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai memetakan persoalan dan potensi infrastruktur di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Pemetaan dilakukan untuk memastikan program yang disusun selama KKN sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) 1 Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP) bersama pemerintah desa dan masyarakat Desa Tunggulo.

Kegiatan ini menjadi bagian awal mahasiswa dalam menggali kondisi infrastruktur permukiman sekaligus mendapatkan masukan langsung dari warga mengenai persoalan yang masih dihadapi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kordes KKN Tematik Infrastruktur UNG, Dewa Kharisma, mengatakan FGD diperlukan untuk mempertemukan hasil observasi mahasiswa dengan kondisi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“FGD ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada di Desa Tunggulo, sehingga program kerja yang kami susun nantinya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Dewa Kharisma, , Rabu 16 September 2026..

Sejumlah aspek infrastruktur menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut. Di antaranya kondisi sanitasi, pengelolaan persampahan, penyediaan air minum, rumah layak huni, serta penataan kawasan permukiman.

Mahasiswa sebelumnya telah melakukan observasi dan pemetaan awal di wilayah Desa Tunggulo. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi lingkungan desa.

Dewa menjelaskan, informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses identifikasi. Sebab, warga memiliki pengalaman langsung mengenai persoalan infrastruktur dan lingkungan yang dihadapi dalam aktivitas sehari-hari.

“Masukan dari masyarakat dan pemerintah desa sangat penting karena menjadi bahan bagi kami untuk melihat permasalahan yang ada secara lebih jelas,” ucapnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat mencegah program KKN hanya berorientasi pada kegiatan yang bersifat sementara. Sebaliknya, program yang dirancang diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan potensi Desa Tunggulo.

FGD juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Interaksi tersebut diharapkan memudahkan mahasiswa memperoleh data serta informasi yang dibutuhkan dalam menyusun program kerja.

Selain mengidentifikasi persoalan, mahasiswa turut menggali potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan dan kawasan permukiman desa.

Dewa menambahkan, hasil FGD akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas kegiatan KKN Tematik Infrastruktur di Desa Tunggulo. Program yang dipilih nantinya diharapkan memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Setelah identifikasi dan analisis ini, kami berharap dapat menentukan program yang tepat dan sesuai dengan kondisi Desa Tunggulo, sehingga kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

KKN Tematik Infrastruktur UNG selanjutnya akan menggunakan hasil identifikasi dan masukan dari masyarakat sebagai bahan dalam penyusunan program kerja. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menangani persoalan infrastruktur permukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....