Mumi Tertua di Dunia Ternyata Bukan dari Mesir, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan da
- 01 Jun 2026 03:47 WIB
- Gorontalo
RRI,CO.ID. Gorontalo — Selama bertahun-tahun banyak orang percaya bahwa Mesir merupakan tempat asal mumi tertua di dunia. Namun temuan para arkeolog justru mengungkap fakta berbeda. Mumi tertua yang diketahui manusia saat ini berasal dari budaya kuno Chinchorro yang hidup di wilayah pesisir utara Chile dan selatan Peru ribuan tahun lalu.
Menurut catatan Guinness World Records, mumi buatan tertua di dunia berasal dari masyarakat Chinchorro dan diperkirakan berasal dari sekitar tahun 5050 Sebelum Masehi. Temuan ini menjadikannya lebih tua hampir dua milenium dibandingkan mumi Mesir kuno yang terkenal di dunia.
Budaya Chinchorro berkembang di sepanjang pesisir Gurun Atacama, wilayah yang dikenal sebagai salah satu tempat paling kering di Bumi. Kondisi alam tersebut membantu proses pengawetan jasad manusia selama ribuan tahun.
Para peneliti menemukan bahwa masyarakat Chinchorro memiliki tradisi mumifikasi yang sangat unik. Berbeda dengan Mesir yang umumnya hanya memumikan raja, bangsawan, atau tokoh penting, masyarakat Chinchorro memumikan hampir seluruh anggota komunitas mereka, termasuk bayi, anak-anak, hingga orang tua.
| Baca juga: Sepuluh Bahasa Tertua di Dunia |
Para arkeolog menjelaskan bahwa proses mumifikasi Chinchorro tergolong sangat rumit. Tubuh manusia dibongkar terlebih dahulu, organ-organ dikeluarkan, lalu kerangka diperkuat menggunakan kayu dan serat tumbuhan. Setelah itu tubuh dibentuk kembali menggunakan tanah liat sebelum akhirnya ditutup dan dihias.
Penemuan besar mengenai mumi Chinchorro pertama kali dilakukan oleh arkeolog Jerman, Max Uhle, pada tahun 1917. Sejak saat itu, ratusan mumi ditemukan di berbagai lokasi pesisir Chile dan Peru.
Menurut para ilmuwan, tradisi mumifikasi tersebut kemungkinan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan anggota keluarga yang telah meninggal. Namun hingga kini alasan pasti mengapa masyarakat Chinchorro begitu intens melakukan mumifikasi masih menjadi misteri yang terus diteliti.
Pada tahun 2021, UNESCO resmi memasukkan situs permukiman dan pemakaman budaya Chinchorro ke dalam daftar Warisan Dunia karena nilai sejarah dan arkeologinya yang luar biasa.
Meski demikian, penelitian tentang asal-usul mumifikasi masih terus berkembang. Beberapa penelitian terbaru bahkan mengindikasikan kemungkinan adanya praktik pengawetan jenazah yang lebih tua di wilayah lain dunia. Namun hingga saat ini, bukti arkeologi yang paling kuat dan diakui secara internasional masih menempatkan mumi Chinchorro dari Chile sebagai mumi buatan tertua yang pernah ditemukan manusia.
Penemuan ini sekaligus mengubah pandangan dunia bahwa sejarah mumifikasi tidak hanya dimulai di Mesir, melainkan telah berkembang lebih awal di kawasan Amerika Selatan ribuan tahun sebelum piramida-piramida Mesir dibangun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....